Efisiensi dilakukan melalui penyesuaian alokasi anggaran hingga perubahan skema operasional.
Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengklaim telah melakukan efisiensi anggaran negara hingga Rp44 triliun selama 100 hari masa kepemimpinannya.
Pencapaian tersebut disampaikan Sudaryono dalam agenda refleksi 100 hari kepemimpinan di Jakarta, Kamis (29/10).
“Total yang kita efisiensi dari uang rakyat adalah dalam waktu 100 hari ini kami telah mengefisiensi uang rakyat totalnya adalah Rp44 triliun,” ujar Sudaryono.
Langkah efisiensi mencakup penyesuaian alokasi anggaran lembaga, pemangkasan insentif yayasan, pembatasan biaya operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penertiban saldo rekening virtual.
Sudaryono menjelaskan bahwa BGN melakukan efisiensi melalui penyesuaian kebutuhan anggaran dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun.
Langkah tersebut memungkinkan lembaga mengembalikan sekitar Rp38 triliun ke kas negara.
BGN juga membenahi skema insentif bagi yayasan dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang berhasil menghemat anggaran sebesar Rp2,5 triliun.
Sementara itu, pembatasan dana operasional dapur MBG diperkirakan menyumbang penghematan sekitar Rp3 triliun.
BGN mengubah skema pembayaran insentif dapur dari sistem tetap Rp6 juta per hari menjadi skema proporsional sebesar Rp2.000 per porsi.
Dana operasional dapur kini dibatasi maksimal Rp3.000 per porsi agar alokasi anggaran lebih fokus pada kualitas makanan.
Sudaryono menilai skema pembayaran lama berpotensi menyerap anggaran terlalu besar untuk biaya operasional dibandingkan penyediaan menu makanan bagi penerima manfaat.
“Kalau diterus-teruskan, APBN habis untuk operasional bukan untuk nasi, bukan untuk menunya. Ini unacceptable, harus dihentikan,” tegasnya.
Selain itu, BGN melakukan penertiban saldo rekening virtual dapur yang belum beroperasi dengan total nilai mencapai Rp500 miliar.
Seluruh upaya efisiensi ini dilakukan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.