IHSG Turun 128 Persen Saham Prajogo Loyo

Jakarta – Pelemahan indeks saham domestik pada penutupan perdagangan Senin (29/6) terutama ditandai oleh tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, meski sebagian besar sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mampu bertahan di zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akhirnya terkoreksi 1,28% atau 75,34 poin dan ditutup di level 5.820.

Sepanjang perdagangan hari ini, BEI mencatat 214 saham menguat, 449 saham melemah, dan 149 saham stagnan. Aktivitas transaksi juga terpantau ramai, dengan volume mencapai 15,48 miliar saham dalam 1,23 juta kali frekuensi transaksi.

Dari sisi nilai, total transaksi pasar saham mencapai Rp 9,1 triliun, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.205 triliun. Kondisi ini menunjukkan perdagangan berlangsung aktif, meski tekanan jual lebih dominan sehingga indeks tidak mampu bertahan di area penguatan.

Jika dilihat per sektor, 10 dari 11 sektor di BEI ditutup menguat. Namun, penguatan sektoral tersebut belum cukup menahan pelemahan IHSG, terutama setelah saham-saham dari kelompok usaha Prajogo Pangestu bergerak turun cukup dalam pada akhir sesi.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 4,10% ke Rp 1.405. Lalu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 4,74% ke Rp 1.710, sementara PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 2,58% ke Rp 3.770. Pergerakan tiga saham itu memberi tekanan tambahan pada indeks secara keseluruhan.

Di tengah pelemahan indeks, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru menjadi yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan nilai transaksi. Saham bank swasta terbesar di Indonesia itu mencatat nilai perdagangan Rp 1,14 triliun.

Setelah BBCA, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menempati posisi berikutnya dengan nilai transaksi Rp 491 miliar. Adapun TPIA berada di urutan ketiga dengan nilai perdagangan Rp 480 miliar.

Sementara itu, daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi pada perdagangan hari ini diisi oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang naik 7,21% ke level 1.115. Posisi berikutnya ditempati PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) yang menguat 5,38% ke level 545, serta PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) yang naik 4,55% ke level 23.

Di sisi lain, tekanan jual paling besar menimpa PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang turun 10,39% ke level 1.510. Kemudian PT Link Net Tbk (LINK) melemah 8,52% ke level 1.450, sedangkan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) terkoreksi 7,89% ke level 1.285.

Rekomendasi