Bisnistalk.com, – Jakarta – Pasar modal Indonesia diwarnai tren pelemahan yang cukup signifikan sepanjang pekan terakhir Juni hingga awal Juli ini, sebagaimana tercatat oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini pada level 5.875,780.
Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,35 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di angka 5.896,134.
Penurunan IHSG ini turut serta menyeret kapitalisasi pasar BEI.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengkonfirmasi bahwa kapitalisasi pasar BEI mengalami koreksi.
Nilainya menyusut 0,14 persen, dari Rp 10.302 triliun menjadi Rp 10.287 triliun pada pekan ini.
“Frekuensi transaksi harian Bursa selama sepekan turut mengalami perubahan sebesar 16,71 persen,” terang Kautsar dalam keterangannya yang diterima Sabtu (4/7).
Rinciannya, frekuensi transaksi mengalami penurunan dari 1,73 juta kali transaksi menjadi 1,44 juta kali transaksi pada pekan ini.
Perubahan ini menunjukkan adanya penurunan aktivitas perdagangan di pasar saham.
Selain frekuensi, rata-rata nilai transaksi harian juga terpantau menurun drastis.
Nilai transaksi rata-rata per hari mengalami perubahan signifikan sebesar 35,90 persen.
Transaksi harian yang sebelumnya mencapai Rp 17,58 triliun kini hanya tercatat sebesar Rp 11,27 triliun.
Volume transaksi harian Bursa pun tak luput dari tren pelemahan ini.
Volume perdagangan saham tercatat mengalami penyusutan sebesar 30,35 persen.
Angka ini turun dari 25,18 miliar lembar saham menjadi 17,54 miliar lembar saham.
“Volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 30,35 persen,” lanjut Kautsar.
Di sisi lain, aktivitas investor asing mencatatkan tren jual bersih.
Per penutupan perdagangan Jumat (4/7), investor asing mencatat nilai jual bersih sebesar Rp 6,08 miliar.
Jika ditilik lebih jauh ke belakang, tren jual bersih investor asing ini telah berlangsung sepanjang tahun 2026.
Secara akumulatif, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp 74,42 triliun hingga pekan ini.




