IHSG Menguat Tipis Saat Transaksi Jumbo Saham Berlangsung

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,03% ke level 6.039 pada perdagangan saham Selasa (14/7/2020) di tengah sentimen positif dari keputusan lembaga pemeringkat internasional.

Dilansir dari laman resmi Bursa Efek Indonesia, pergerakan pasar modal domestik ini dipengaruhi oleh keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level ‘BBB’ untuk jangka panjang dan ‘A-2’ untuk jangka pendek dengan prospek yang tetap stabil.

Baca Juga

Meskipun sentimen pemeringkatan kredit tersebut memberikan angin segar, laju indeks tidak mampu bergerak lebih tinggi secara signifikan akibat aksi ambil untung oleh sebagian pelaku pasar.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi saham secara keseluruhan mencapai Rp 16,82 triliun dengan volume perdagangan sebesar 37,59 miliar saham yang melibatkan frekuensi transaksi sebanyak 2,81 juta kali.

Secara teknis, sebanyak 422 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 206 saham mengalami koreksi dan 165 saham lainnya tetap bertahan di harga penutupan sebelumnya.

Besaran kapitalisasi pasar IHSG pada penutupan sesi sore tersebut terpantau berada di angka Rp 10.550 triliun.

Aktivitas pasar juga diwarnai dengan sejumlah transaksi crossing saham berskala besar, di mana PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi crossing sebesar Rp 853,99 miliar pada harga Rp 6.076.

Selain itu, transaksi serupa terjadi pada PT Bach Multi Global Tbk (BACH) di level Rp 442 dengan nilai Rp 460,89 miliar, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) di harga Rp 5.098 dengan nilai Rp 260 miliar, serta PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) di harga Rp 7.604 dengan nilai Rp 254,75 miliar.

Dari total sebelas sektor yang terdaftar di bursa, sepuluh sektor berhasil ditutup di zona hijau, dengan sektor energi memimpin kenaikan tertinggi sebesar 1,51%.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi motor penggerak sektor energi setelah mencatatkan kenaikan harga sebesar 16,33% ke level Rp 1.460.

Kinerja bursa domestik ini sejalan dengan tren positif di bursa saham Asia, di mana indeks Straits Times naik 0,46%, Shanghai Composite tumbuh 1,36%, Nikkei naik 0,74%, dan Hang Seng terangkat 0,52%.

Daftar saham yang masuk dalam kategori top gainers meliputi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang naik 11,54% ke Rp 725, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 16,33% ke Rp 1.460, serta PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang naik 25% ke Rp 340.

Sebaliknya, daftar saham top losers diisi oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang turun 14,90% ke Rp 1.085, PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) turun 4,30% ke Rp 89, dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang turun 5,33% ke Rp 71.

Analis pasar modal mencatat bahwa stabilitas peringkat kredit Indonesia menjadi faktor fundamental yang menjaga kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar global.

Investor cenderung melakukan diversifikasi portofolio dengan memanfaatkan momentum dari saham-saham yang mencatatkan kenaikan volume transaksi signifikan pada hari ini.

Kondisi likuiditas pasar yang tetap terjaga tercermin dari tingginya frekuensi perdagangan yang menembus angka jutaan kali selama sesi berlangsung.

Para pelaku pasar kini menantikan data ekonomi makro domestik selanjutnya untuk menentukan arah pergerakan indeks di hari perdagangan berikutnya.

Rekomendasi