Grab Ubah Mekanisme Komisi Layanan GrabBike Hemat Agustus Mendatang

Seorang mitra pengemudi GrabBike sedang mengendarai sepeda motor di jalan raya Jakarta
Grab Indonesia akan menerapkan mekanisme pemotongan komisi baru untuk layanan GrabBike Hemat mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta – Grab Indonesia secara resmi mengumumkan perubahan mekanisme pemrosesan komisi untuk layanan GrabBike Hemat yang akan mulai berlaku efektif pada Sabtu (1/8/2026).

Dilansir dari Katadata, kebijakan baru ini mengubah sistem pemotongan komisi yang sebelumnya dilakukan secara akumulatif sehari setelah perjalanan (H+1) menjadi pemrosesan langsung setiap kali perjalanan selesai.

Baca Juga

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan bahwa penyempurnaan sistem ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional bagi mitra pengemudi.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa penyesuaian ini hanya berfokus pada durasi waktu pemrosesan transaksi.

“Penyesuaian ini hanya mengubah waktu pemrosesan,” kata Neneng.

Neneng menambahkan bahwa metode penghitungan serta batas maksimal komisi tetap mengikuti regulasi pemerintah yang membatasi potongan aplikasi sebesar 8%.

Selain itu, ketentuan tarif batas bawah atau TBB tetap diberlakukan secara konsisten sesuai dengan aturan yang berlaku saat ini.

Perusahaan memberikan jaminan bahwa perjalanan dengan tarif minimum atau yang tidak memiliki selisih di atas TBB tidak akan dikenakan komisi tambahan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan apresiasi atas langkah Grab yang telah mematuhi kebijakan pembatasan komisi sejak awal Juli lalu.

Ia menilai perubahan mekanisme ini akan memberikan transparansi yang lebih baik sehingga mitra pengemudi dapat memahami rincian pendapatan mereka dengan lebih akurat.

“Kami berharap penyesuaian ini memberikan kejelasan yang lebih baik bagi Mitra Pengemudi dalam memahami rincian pendapatannya serta memperkuat hubungan kemitraan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Dudy.

Program Keselamatan Berkendara

Pengumuman kebijakan komisi ini dibarengi dengan penyelenggaraan pelatihan keselamatan berkendara yang melibatkan 1.052 mitra pengemudi di berbagai kota besar.

Program bertajuk Safer Roads, Stronger Communities ini merupakan kolaborasi antara Grab, Kementerian Perhubungan, dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan di sejumlah wilayah strategis seperti Jakarta, Depok, Yogyakarta, Surabaya, Sidoarjo, Medan, hingga Makassar.

Sekretaris Jenderal AISI Hari Budianto menekankan pentingnya pembekalan kompetensi mengingat mitra pengemudi memiliki mobilitas yang sangat tinggi di jalan raya.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para mitra dapat berkendara dengan aman dan nyaman dalam setiap perjalanan serta turut menjadi penggerak budaya berlalu lintas yang aman dan tertib,” kata Hari.

Para peserta pelatihan mendapatkan materi mendalam mengenai norma berkendara serta tata cara mematuhi rambu lalu lintas yang berlaku.

Selain teori, program ini juga mencakup sesi praktik lapangan yang meliputi beberapa aspek utama sebagai berikut:

  • Mitra pengemudi dilatih melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan.
  • Peserta diajarkan mengenai pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan diri yang sesuai standar.
  • Terdapat instruksi khusus mengenai teknik defensive riding serta prosedur pengereman yang aman di berbagai kondisi jalan.
  • Pengemudi dibekali kemampuan untuk melakukan prediksi bahaya guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

Ringkasan

Grab Indonesia akan mengubah mekanisme pemrosesan komisi layanan GrabBike Hemat menjadi sistem pemotongan langsung setelah perjalanan selesai, efektif mulai Sabtu, 1 Agustus 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi pendapatan bagi mitra pengemudi di seluruh Indonesia.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa perubahan ini hanya berlaku pada durasi waktu transaksi, sementara besaran komisi tetap dibatasi maksimal 8% sesuai regulasi pemerintah. Ketentuan tarif batas bawah juga dipastikan tidak berubah, sehingga perjalanan dengan tarif minimum tidak akan dikenakan potongan tambahan.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Grab berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan AISI menyelenggarakan pelatihan keselamatan berkendara bagi 1.052 mitra pengemudi di berbagai kota besar. Program ini membekali pengemudi dengan keterampilan defensive riding dan prosedur keselamatan untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

Rekomendasi