Jakarta – Kinerja perusahaan teknologi global mengalami lonjakan signifikan seiring dengan masifnya investasi pada kecerdasan buatan (AI) yang mulai membuahkan pertumbuhan bisnis nyata bagi raksasa industri seperti Amazon, Microsoft, Alphabet, Meta Platforms, dan NVIDIA pada Selasa (4/8/2026).
Dikutip dari Katadata, momentum positif ini memicu reli saham sektor teknologi, di mana Amazon untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar sebesar US$ 3 triliun setelah melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi pasar.
Saham Amazon mencatatkan kenaikan sebesar 5% menjadi US$ 285 per lembar dan mencapai rekor tertinggi baru, yang secara akumulatif telah menguat lebih dari 23% sepanjang tahun ini.
Sentimen positif tersebut turut mendorong saham teknologi lainnya, dengan Microsoft naik 4%, Meta Platforms menguat 6%, Alphabet bertambah 3,6%, dan Oracle melonjak 5%.
“Amazon mungkin merupakan perusahaan yang paling mencerminkan kondisi perekonomian saat ini dan ini adalah kisah tentang konsumen sekaligus kisah tentang AI,” kata Kepala Strategi Pasar Nationwide Mark Hackett.
Belanja modal untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan dinilai belum menunjukkan tanda-tanda melambat karena Amazon dan Microsoft tetap optimis terhadap prospek bisnis cloud mereka.
Amazon Ditopang AWS dan AI
Amazon membukukan pendapatan sebesar US$ 200,6 miliar pada kuartal II 2026, yang mencerminkan pertumbuhan 20% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Segmen Amerika Utara menyumbang pendapatan sebesar US$ 116,2 miliar, sementara segmen Internasional dan Amazon Web Services (AWS) masing-masing mencatatkan pendapatan sebesar US$ 42,2 miliar.
Laba bersih perusahaan melonjak signifikan menjadi US$ 62,6 miliar, terutama didorong oleh keuntungan investasi pada Anthropic senilai US$ 53,4 miliar.
AWS menjadi penyumbang laba operasi terbesar dengan nilai US$ 16,6 miliar, mengungguli perolehan laba dari segmen Amerika Utara dan Internasional.
Presiden dan CEO Amazon Andy Jassy menyatakan bahwa bisnis cloud perusahaan terus tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi AI secara global.
“AWS sedang berkembang pesat dengan pertumbuhan 36,7% secara tahunan pada kuartal II, menjadi laju pertumbuhan tercepat dalam 18 kuartal terakhir,” kata Jassy.
Microsoft: AI Dorong Pertumbuhan Cloud
Microsoft melaporkan pendapatan sebesar US$ 90 miliar pada kuartal IV tahun fiskal 2026 yang berakhir pada 30 Juni 2026, dengan peningkatan sebesar 18% dari tahun sebelumnya.
Segmen Intelligent Cloud menjadi kontributor terbesar dengan perolehan pendapatan mencapai US$ 39,3 miliar.
Laba bersih Microsoft tercatat meningkat 31% menjadi US$ 35,8 miliar, sementara pendapatan dari unit Microsoft Cloud secara keseluruhan mencapai US$ 59,3 miliar.
CEO Microsoft Satya Nadella menegaskan bahwa perusahaan terus memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menghasilkan nilai tambah bagi pelanggan di berbagai sektor industri.
Alphabet Nikmati Lonjakan Google Cloud
Alphabet membukukan pendapatan sebesar US$ 119,8 miliar pada kuartal II 2026, yang menandai pertumbuhan 24% dibandingkan tahun sebelumnya.
CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai mengungkapkan bahwa investasi pada kecerdasan buatan mulai memberikan hasil nyata terhadap kinerja bisnis perusahaan secara keseluruhan.
Pendapatan Google Cloud melonjak tajam sebesar 82% yang dipicu oleh tingginya permintaan terhadap infrastruktur serta solusi berbasis AI.
Alphabet mencatatkan laba bersih sebesar US$ 112,19 miliar, yang sebagian besar didorong oleh keuntungan belum terealisasi dari portofolio investasi ekuitas perusahaan.
Meta Masih Ditopang Bisnis Iklan
Meta Platforms mencatat pendapatan sebesar US$ 60,8 miliar pada kuartal II 2026, meningkat 28% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Sebagian besar pendapatan perusahaan masih berasal dari lini bisnis iklan di dalam ekosistem Family of Apps seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Laba bersih Meta mengalami penurunan sekitar 14% menjadi US$ 15,85 miliar akibat meningkatnya biaya operasional serta investasi besar pada pengembangan AI.
CEO Meta Mark Zuckerberg menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan mulai memberikan dampak positif terhadap bisnis inti sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan.
NVIDIA Semakin Bergantung pada Data Center AI
NVIDIA mencatat pendapatan sebesar US$ 46,7 miliar pada kuartal II tahun fiskal 2026, naik 56% dibandingkan tahun sebelumnya.
Bisnis Data Center menjadi kontributor utama dengan pendapatan mencapai US$ 41,1 miliar atau setara dengan 88% dari total pendapatan perusahaan.
Laba bersih NVIDIA meningkat 59% menjadi US$ 26,42 miliar, didukung oleh permintaan kuat untuk kebutuhan komputasi AI.
Pendiri sekaligus CEO NVIDIA Jensen Huang menjelaskan bahwa platform Blackwell menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan di tengah kebutuhan pelatihan dan inferensi AI yang terus meningkat.
Ringkasan
Raksasa teknologi global seperti Amazon, Microsoft, Alphabet, Meta, dan NVIDIA mencatatkan lonjakan kinerja keuangan dan reli saham pada Selasa (4/8/2026) berkat masifnya investasi serta adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Pertumbuhan bisnis yang signifikan ini dipicu oleh tingginya permintaan infrastruktur cloud dan solusi berbasis AI di berbagai sektor industri.
Amazon menjadi sorotan utama setelah kapitalisasi pasarnya menembus US$ 3 triliun untuk pertama kalinya, didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 20% yang ditopang kuat oleh segmen Amazon Web Services (AWS). Kinerja positif ini diikuti oleh perusahaan teknologi lainnya yang melaporkan kenaikan pendapatan signifikan, di mana NVIDIA mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 56% yang didorong oleh kebutuhan komputasi pusat data untuk AI.
Meskipun investasi besar pada pengembangan AI meningkatkan biaya operasional bagi beberapa perusahaan seperti Meta, para pemimpin industri tetap optimis bahwa teknologi ini telah memberikan dampak nyata bagi profitabilitas dan keberlanjutan bisnis jangka panjang mereka.
