New York – Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (3/8/2026) yang didorong oleh lonjakan harga saham sektor teknologi berkapitalisasi besar.
Dilansir dari Katadata, kenaikan ini membawa indeks Dow Jones naik 693,38 poin atau 1,32% ke level 53.178,41.
Indeks S&P 500 terpantau tumbuh sebesar 1,48% menjadi 7.600,50.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite melesat 2,13% dan berakhir di posisi 25.913,90.
Manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, mengungkapkan bahwa investor kembali menunjukkan optimisme terhadap saham teknologi setelah sejumlah perusahaan melaporkan laba yang melampaui ekspektasi pasar.
“Pasar mulai menilai bahwa belanja modal perusahaan teknologi besar menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang menarik,” kata Ellerbroek.
Menurutnya, perusahaan semikonduktor dan entitas yang diuntungkan dari pengembangan pusat data mencatat pertumbuhan lebih dari dua kali lipat pada kuartal kedua.
Meskipun sempat terjadi koreksi tajam pada Juli, Ellerbroek menegaskan bahwa fundamental industri tersebut tidak mengalami perubahan berarti.
“Permintaan terhadap komputasi berakselerasi masih jauh lebih besar dibandingkan pasokannya, dan kesenjangan itu belum menyempit,” ujar dia.
Dia menambahkan bahwa perusahaan raksasa komputasi awan kini berada dalam posisi yang sangat kuat, sementara industri semikonduktor masih terus berada dalam fase pertumbuhan yang pesat.
Kenaikan pasar modal hari ini dipimpin oleh sektor layanan komunikasi dan teknologi.
Saham Meta Platforms mencatatkan lonjakan sebesar 6%.
Amazon juga mengalami kenaikan lebih dari 4%, yang membuat kapitalisasi pasarnya berhasil menembus rekor US$ 3 triliun.
Nvidia terpantau menguat hampir 3%, sementara Alphabet dan Microsoft masing-masing mencatat kenaikan hampir 5%.
Pergerakan positif ini berbalik tajam dibandingkan kinerja sektor teknologi sepanjang Juli, di mana ETF State Street Technology Select Sector SPDR sempat anjlok hampir 8%.
Sentimen pasar juga terbantu oleh penurunan harga minyak dunia.
Minyak mentah Brent turun 4,73% menjadi US$ 83,77 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate melemah 5,11% ke level US$ 80,34 per barel.
Meredanya ketegangan geopolitik setelah adanya pernyataan terkait pembatalan rencana serangan AS terhadap Iran turut memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar.
Mitra sekaligus manajer portofolio Founder ETFs, Michael Monaghan, menyebut bahwa berkurangnya ancaman konflik ikut mendorong penguatan harga saham.
“Beban aksi jual saham AI mulai hilang setelah likuidasi pekan lalu, selain itu pasar sebelumnya sempat khawatir akan muncul ketidakstabilan baru di Timur Tengah selama akhir pekan,” kata Monaghan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengalami penurunan seiring dengan meredanya kekhawatiran terhadap inflasi.
Yield obligasi Treasury tenor 10 tahun turun hampir 6 basis poin menjadi sekitar 4,688%.
Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, mengingatkan bahwa investor sebaiknya tetap berhati-hati karena konflik tersebut kemungkinan masih akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Perdagangan di awal Agustus ini menjadi upaya bagi indeks-indeks utama Wall Street untuk kembali stabil setelah mengalami volatilitas yang cukup tinggi sepanjang bulan sebelumnya.
Ringkasan
Indeks Wall Street mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (3/8/2026), dengan Dow Jones naik 1,32%, S&P 500 tumbuh 1,48%, dan Nasdaq Composite melonjak 2,13% akibat optimisme investor terhadap sektor teknologi.
Kenaikan ini didorong oleh laporan laba perusahaan teknologi besar yang melampaui ekspektasi serta tingginya permintaan terhadap komputasi dan pusat data, yang memicu lonjakan harga saham seperti Meta Platforms, Amazon, dan Microsoft.
Sentimen positif pasar juga didukung oleh penurunan harga minyak dunia dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang membantu meredam kekhawatiran investor pasca volatilitas tinggi yang terjadi sepanjang Juli.
