Jakarta – Jajaran emiten yang berada di bawah naungan konglomerat Prajogo Pangestu mencatatkan dinamika kinerja keuangan yang beragam pada semester I 2026, Selasa (4/8/2026).
Dilansir dari Katadata, laporan keuangan periode enam bulan pertama tahun ini menunjukkan adanya kesenjangan performa yang kontras antara sektor energi terbarukan dengan sektor petrokimia dan infrastruktur milik grup tersebut.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 33,1% secara tahunan menjadi US$ 87,14 juta atau setara dengan Rp 1,57 triliun.
Pencapaian laba tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan BREN yang tumbuh 11,5% menjadi US$ 334,43 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Tren positif juga dialami oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang membukukan lonjakan laba bersih signifikan sebesar 919,6% menjadi US$ 19,78 juta.
Pendapatan CUAN tercatat melesat 59,3% hingga mencapai angka US$ 736,10 juta sepanjang semester pertama tahun ini.
Berbeda dengan dua perusahaan tersebut, kinerja keuangan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) justru mengalami tekanan meskipun pendapatan perseroan tercatat meningkat.
Laba bersih TPIA merosot tajam sebesar 77,5% menjadi US$ 283,23 juta dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai US$ 1,26 miliar.
Kondisi serupa dialami oleh anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 74,5% menjadi US$ 17,28 juta.
Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melaporkan laba bersih sebesar US$ 190,48 juta, yang mencerminkan penurunan sebesar 64,7% secara tahunan.
Berikut adalah rincian kinerja keuangan emiten-emiten tersebut:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan pendapatan US$ 334,43 juta dengan pertumbuhan laba 33,1%.
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan pendapatan US$ 736,10 juta dengan lonjakan laba mencapai 919,6%.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat pendapatan US$ 5,34 miliar namun mengalami penurunan laba 77,5%.
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan pendapatan US$ 82,15 juta dengan penurunan laba sebesar 74,5%.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat pendapatan US$ 5,69 miliar dengan penurunan laba 64,7%.
Seluruh konversi mata uang dalam laporan ini menggunakan kurs Rp 18.027 per dolar AS.
Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor dan artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Ringkasan
Emiten di bawah naungan konglomerat Prajogo Pangestu mencatatkan kinerja keuangan yang kontras pada semester I 2026, dengan sektor energi terbarukan menunjukkan pertumbuhan pesat sementara sektor petrokimia dan infrastruktur mengalami tekanan laba yang signifikan.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih masing-masing sebesar 33,1% dan 919,6%. Sebaliknya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami penurunan laba bersih yang tajam hingga mencapai 77,5% meskipun beberapa di antaranya mencatatkan kenaikan pendapatan.
Kesenjangan performa ini mencerminkan dinamika pasar yang berbeda di tiap sektor, di mana TPIA mencatatkan pendapatan sebesar US$ 5,34 miliar dan BRPT sebesar US$ 5,69 miliar selama periode enam bulan pertama tahun 2026 dengan kurs konversi Rp 18.027 per dolar AS.
