IHSG Ditutup Melemah, Investor Asing Lepas Saham Perbankan

Layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup melemah tipis ke level 6.234 pada perdagangan awal pekan, Senin (3/8/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan awal pekan dengan koreksi tipis sebesar 0,03% ke level 6.234 pada Senin (3/8/2026).

Dilansir dari Katadata, data perdagangan Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa pergerakan pasar diwarnai oleh 292 saham yang mengalami penguatan, sementara 348 saham lainnya tertekan dan 150 saham sisanya tidak bergerak.

Baca Juga

Aktivitas perdagangan di bursa domestik hari ini mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 14,37 triliun dengan volume perdagangan mencapai 38,77 miliar saham.

Frekuensi transaksi yang terjadi di pasar saham terpantau cukup aktif dengan total 2,32 juta kali perpindahan tangan, yang membawa kapitalisasi pasar IHSG berada di angka Rp 10.918 triliun.

Tekanan jual melanda sebagian besar sektor di Bursa Efek Indonesia, di mana delapan dari sebelas sektor yang tersedia terpaksa parkir di zona merah.

Sektor teknologi menjadi penekan utama kinerja indeks dengan pelemahan terdalam mencapai 1,52%, yang dipicu oleh penurunan harga saham PT DCI Indonesia Tbk sebesar 1,66% menjadi Rp 188.175.

Berdasarkan laporan dari Sinarmas Sekuritas, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell dengan total nilai mencapai Rp 707,6 miliar.

Secara rinci, total nilai beli asing di seluruh pasar tercatat sebesar Rp 3,96 triliun, namun angka tersebut tertutup oleh nilai jual asing yang mencapai Rp 4,67 triliun.

Adapun aliran dana keluar asing paling besar tercatat pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan nilai transaksi mencapai Rp 193 miliar.

Selain itu, terdapat pula aksi lepas saham oleh investor asing pada PT Amman Mineral Internasional Tbk sebesar Rp 92 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk senilai Rp 88 miliar.

Kondisi serupa juga terjadi di bursa saham regional Asia yang mayoritas ditutup melemah, seperti indeks Nikkei yang turun 0,94%, Shanghai Composite terkoreksi 0,59%, dan Straits Times yang menyusut 0,29%, sementara hanya Hang Seng yang mampu menguat 0,48%.

Beberapa emiten yang masuk dalam jajaran saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers hari ini adalah sebagai berikut:

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk mencatatkan kenaikan harga sebesar 21,86% ke level Rp 1.895.
  • PT Tempo Intimedia Tbk mengalami penguatan signifikan sebesar 34,51% menjadi Rp 152.
  • PT Niramas Utama Tbk berhasil menguat sebesar 24,60% hingga mencapai harga Rp 785.

Di sisi lain, daftar saham yang menempati posisi top losers atau mengalami penurunan harga paling dalam meliputi:

  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk mencatatkan penurunan harga sebesar 11,36% ke level Rp 780.
  • PT Indika Energy Tbk terperosok dengan pelemahan sebesar 11,03% menjadi Rp 2.340.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk mengalami tekanan jual yang membuatnya turun 3,70% ke level Rp 2.080.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,03% ke level 6.234 pada perdagangan Senin (3/8/2026), dipicu oleh dominasi tekanan jual di delapan dari sebelas sektor Bursa Efek Indonesia.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 707,6 miliar, dengan aliran dana keluar terbesar menyasar saham PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Amman Mineral Internasional Tbk, serta sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri Tbk.

Kinerja indeks yang tertekan ini sejalan dengan tren pelemahan di mayoritas bursa regional Asia, sementara sektor teknologi tercatat sebagai penekan utama dengan penurunan terdalam sebesar 1,52%.

Rekomendasi