Jakarta – Pengendali emiten pelayaran energi PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk resmi berpindah tangan dari PT Galley Adhika Arnawama kepada PT Wibowo Group Capital pada Senin (3/8/2026) setelah kedua pihak menandatangani perjanjian jual beli saham.
Dilansir dari Katadata, transaksi pengambilalihan ini dilakukan melalui mekanisme crossing di Pasar Negosiasi Bursa Efek Indonesia dengan nilai akuisisi mencapai Rp 4,2 triliun.
Proses akuisisi tersebut mencakup pengalihan 1,44 miliar saham yang setara dengan 82,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan pelayaran tersebut.
Pergantian kepemilikan ini terjadi di tengah penurunan pendapatan perusahaan sebesar 15,1% pada semester pertama tahun ini akibat melemahnya bisnis penyewaan kapal.
PT Wibowo Group Capital merupakan perusahaan induk yang didirikan oleh Andy Wibowo, sosok yang juga memiliki rekam jejak bisnis di sektor pertambangan dan teknik kelautan melalui PT Gandasari Group.
Pascaakuisisi, manajemen baru berencana mengembangkan bisnis pada segmen pengangkutan komoditas curah serta memperkuat jasa pendukung logistik maritim.
Perusahaan akan melakukan integrasi usaha secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Sinergi bisnis ini dinilai potensial karena portofolio PT Gandasari Group yang mengoperasikan sekitar 185 kapal memiliki irisan usaha dengan layanan angkutan batu bara dan nikel milik PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.
Di sisi lain, kinerja operasional perusahaan masih menghadapi tantangan berat dengan penurunan pendapatan jasa angkutan laut menjadi Rp 403,29 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan beban pokok pendapatan serta beban umum dan administrasi perusahaan turut menekan efisiensi operasional selama semester pertama tahun 2026.
Meskipun pendapatan usaha menyusut, perseroan berhasil membukukan keuntungan selisih kurs sebesar Rp 82,88 miliar yang membantu menopang laba bersih.
Laba bersih perusahaan tercatat naik tipis menjadi Rp 203,79 miliar dibandingkan perolehan pada semester pertama tahun 2025.
Pelaku pasar kini menantikan langkah selanjutnya terkait kewajiban Penawaran Tender Wajib yang harus dilakukan oleh pihak pengendali baru sesuai ketentuan POJK No. 9/POJK.04/2018.
Sekretaris Perusahaan, Emy Oktavia, menyatakan bahwa pengalihan kendali ini tidak akan memberikan dampak material secara langsung terhadap kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.
“Setelah penyelesaian atas transaksi ini, Penjual tidak lagi menjadi pemegang saham mayoritas Perseroan dan pelaksanaan Transaksi tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha Perseroan,” kata Emy Oktavia.
Aksi korporasi ini menandai babak baru bagi perusahaan dalam upaya membangun ekosistem maritim yang lebih terintegrasi dari sektor pertambangan hingga galangan kapal.
Ringkasan
PT Wibowo Group Capital resmi mengakuisisi 82,5% saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk dari PT Galley Adhika Arnawama senilai Rp 4,2 triliun melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (3/8/2026). Akuisisi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperluas bisnis pelayaran dan logistik maritim di tengah tantangan penurunan pendapatan perusahaan.
Pengendali baru berencana mengintegrasikan operasional Mitrabahtera dengan PT Gandasari Group milik Andy Wibowo untuk memperkuat layanan angkutan komoditas curah, seperti batu bara dan nikel, dengan memanfaatkan portofolio 185 armada kapal yang dimiliki grup tersebut.
Meskipun pendapatan jasa angkutan laut perusahaan sempat turun 15,1% pada semester pertama 2026, laba bersih tetap tumbuh tipis menjadi Rp 203,79 miliar berkat keuntungan selisih kurs. Manajemen menegaskan bahwa peralihan kendali ini tidak berdampak material pada operasional harian, sementara pasar kini menanti kewajiban penawaran tender wajib dari pemilik baru sesuai regulasi OJK.
