Keuangan

Rupiah Menguat Usai Trump Batalkan Serangan Ke Iran

Nilai tukar rupiah menguat 0,26% ke posisi Rp 17.975 per dolar AS setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran. Meredanya ketegangan geopolitik ini mendorong investor kembali melirik aset berisiko, meski pergerakan rupiah diprediksi masih terbatas.

Bisnis

Unilever Indonesia Berencana Lepas Merek Bango dan Royco

PT Unilever Indonesia Tbk dikabarkan tengah mempersiapkan divestasi merek Bango dan Royco sebagai bagian dari strategi global perusahaan untuk memisahkan segmen bisnis makanan. Langkah ini dilakukan seiring rencana penggabungan bisnis makanan Unilever dengan McCormick & Company.

Dana Asing Masuk SBN dan SRBI Capai Rp195 Triliun

Bank Indonesia mencatat arus masuk dana asing ke SBN dan SRBI mencapai Rp195 triliun sepanjang semester pertama 2026. Lonjakan investasi ini dipicu oleh kebijakan kenaikan suku bunga acuan yang efektif memperkuat cadangan devisa serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.

Bisnis

Coca-Cola Jaga Harga Terjangkau Saat Daya Beli Lesu

Menghadapi pelemahan daya beli masyarakat, Coca-Cola Indonesia fokus menjaga harga tetap terjangkau dan mempererat hubungan dengan konsumen. Strategi ini dilakukan untuk mempertahankan pangsa pasar sekaligus menjaga relevansi produk di tengah tantangan ekonomi makro yang dinamis.

Bisnis

Potensi Tarif Impor Baru Ancam Penurunan Ekspor Furnitur AS

HIMKI memproyeksikan ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia ke Amerika Serikat berpotensi turun 5-10% pada semester II 2026 akibat rencana tarif impor tambahan sebesar 10%. Kebijakan ini mengancam margin keuntungan eksportir dan memicu risiko pembatalan pesanan di pasar utama nasional tersebut.

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.