Jakarta – Fortune Indonesia resmi merilis daftar Fortune Indonesia 100 edisi 2026 pada Kamis (13/8/2026) yang memetakan perusahaan-perusahaan dengan skala bisnis terbesar di tanah air berdasarkan kinerja keuangan selama tahun fiskal 2025.
Dilansir dari Fortune Indonesia, standar untuk masuk dalam jajaran perusahaan elit ini semakin ketat dengan ambang batas pendapatan minimal mencapai Rp 12,31 triliun.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan edisi perdana pada 2021 yang hanya menetapkan syarat pendapatan sebesar Rp 8,41 triliun.
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, tiket masuk untuk daftar ini telah meningkat hampir 46 persen atau tumbuh rata-rata 10 persen setiap tahunnya.
Dominasi sektor perbankan terlihat jelas pada jajaran perusahaan dengan laba bersih terbesar tahun ini.
PT Bank Central Asia Tbk berhasil menempati peringkat pertama dengan raihan laba bersih mencapai Rp 57,54 triliun.
Pencapaian tersebut sekaligus menggeser posisi PT Pertamina yang harus turun ke peringkat keempat dengan laba bersih sebesar Rp 56,23 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk berada di posisi kedua dengan laba bersih Rp 56,65 triliun, disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk di posisi ketiga dengan perolehan laba Rp 56,29 triliun.
Sementara itu, PT Astra International Tbk menempati posisi kelima dengan catatan laba bersih sebesar Rp 32,77 triliun.
Secara keseluruhan, sekitar 66 persen dari 100 perusahaan dalam daftar ini berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan.
Namun, hanya 49 perusahaan yang mampu meningkatkan laba bersih, sementara 51 perusahaan lainnya mengalami penurunan profitabilitas.
“Pertumbuhan pendapatan belum otomatis diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba,” kata Editor in Chief Fortune Indonesia, Hendra Soeprajitno.
Total pendapatan dari seluruh perusahaan yang masuk dalam daftar mencapai Rp 6.224,01 triliun.
Angka tersebut setara dengan 26,1 persen dari total PDB nominal Indonesia tahun 2025 yang mencapai Rp 23.831 triliun.
Peran Badan Usaha Milik Negara masih sangat krusial dalam struktur ekonomi nasional.
Meskipun hanya 19 entitas BUMN yang masuk dalam daftar, pendapatan gabungan mereka mencapai 50,32 persen dari total pendapatan seluruh perusahaan dalam Fortune Indonesia 100.
Pergeseran posisi di jajaran puncak juga terlihat dari keberhasilan BRI yang untuk pertama kalinya menyalip Astra International dalam hal pendapatan.
“Perubahan tersebut menunjukkan bahkan di antara perusahaan-perusahaan dengan skala terbesar sekalipun, posisi di puncak bukanlah sesuatu yang permanen,” ujar Hendra.
Ringkasan
BCA, BRI, dan Bank Mandiri mendominasi daftar Fortune Indonesia 100 edisi 2026 sebagai perusahaan dengan laba bersih terbesar di Indonesia berdasarkan kinerja keuangan tahun fiskal 2025 yang dirilis pada Kamis (13/8/2026).
PT Bank Central Asia Tbk memimpin di posisi pertama dengan laba bersih Rp 57,54 triliun, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar Rp 56,65 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 56,29 triliun, yang sekaligus menggeser posisi PT Pertamina ke peringkat keempat.
Standard masuk daftar ini semakin ketat dengan ambang batas pendapatan minimal Rp 12,31 triliun, di mana total pendapatan seluruh perusahaan dalam daftar mencapai Rp 6.224,01 triliun atau setara dengan 26,1 persen dari PDB nominal Indonesia tahun 2025.





