New York – Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat kompak mencatatkan kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026) setelah data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari ekspektasi meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Dilansir dari Katadata, penguatan indeks utama ini didorong oleh respons investor terhadap data ekonomi yang memberikan ruang bagi bank sentral untuk menahan laju kebijakan moneter mereka.
Indeks S&P 500 naik 0,62% dan berhasil ditutup pada rekor tertinggi di level 7.757,64.
Indeks Nasdaq Composite menguat lebih tajam hingga 1,3% menjadi 26.690,62.
Indeks Dow Jones Industrial Average turut menguat sebesar 151,83 poin atau setara 0,28% ke level 54.036,93.
Kenaikan tersebut menandai performa positif selama dua pekan berturut-turut dengan S&P 500 menguat 3,6%, Nasdaq Composite naik 5,2%, dan Dow Jones meningkat hampir 3% sepanjang pekan ini.
Pencapaian mingguan ini tercatat sebagai kinerja terbaik bagi ketiga indeks utama tersebut sejak April lalu.
Lonjakan pada indeks Nasdaq didukung oleh kebangkitan sektor semikonduktor, di mana ETF iShares Semiconductor (SOXX) mencatatkan kenaikan lebih dari 7%.
Sentimen optimis di pasar tumbuh setelah laporan ketenagakerjaan nonpertanian menunjukkan ekonomi AS kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli, angka yang sangat kontras dengan proyeksi ekonom yang sebelumnya memperkirakan penambahan 83.000 lapangan kerja.
Meskipun tingkat pengangguran turun menjadi 4,1% dari perkiraan awal 4,2%, penurunan ini terjadi seiring dengan menyusutnya tingkat partisipasi angkatan kerja ke level terendah dalam lebih dari lima tahun.
Data tersebut mendorong pelaku pasar untuk mengasumsikan bahwa The Fed memiliki ruang yang cukup untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75% pada rapat bulan September.
Berdasarkan data CME FedWatch, mayoritas pedagang kontrak berjangka suku bunga kini meyakini bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga di level saat ini.
Proyeksi ini berubah drastis dibandingkan sehari sebelumnya, di mana pasar sempat memperkirakan probabilitas sebesar 55% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Chief Investment Officer Nuveen, Saira Malik, menyatakan bahwa angka tersebut membantu meredam narasi The Fed bahwa mereka perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Saham-saham di sektor perangkat lunak memimpin kenaikan pasar setelah laporan keuangan terbaru berhasil meredakan kekhawatiran investor mengenai potensi disrupsi kecerdasan buatan pada industri tersebut.
Saham Cloudflare melonjak lebih dari 5% menyusul proyeksi tahunan dan kuartal berjalan yang solid dari perusahaan keamanan siber berbasis cloud tersebut.
Saham Atlassian melesat 35% setelah laba dan pendapatan kuartal IV yang disesuaikan melampaui ekspektasi pasar.
Saham Airbnb juga menguat 17% usai perusahaan penyewaan akomodasi tersebut membukukan kinerja keuangan yang melampaui estimasi analis.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah ditutup menguat di tengah penantian investor terhadap potensi kesepakatan antara AS dan Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman September naik 1,15% menjadi US$ 78,18 per barel.
Harga minyak mentah Brent sebagai patokan internasional turut menguat 1,29% menjadi US$ 83,55 per barel.
Ringkasan
Bursa saham Wall Street kompak menguat dan mencatatkan performa terbaik sejak April pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026), di mana indeks S&P 500 berhasil menembus rekor tertinggi baru. Kenaikan ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Sepanjang pekan ini, indeks S&P 500 menguat 3,6%, Nasdaq Composite naik 5,2%, dan Dow Jones meningkat hampir 3%, menandai pertumbuhan positif selama dua pekan berturut-turut. Lonjakan indeks Nasdaq secara khusus didorong oleh kebangkitan sektor semikonduktor serta kinerja keuangan yang solid dari sejumlah emiten teknologi seperti Atlassian dan Cloudflare.
Data ketenagakerjaan yang menunjukkan pengurangan lapangan kerja telah mengubah ekspektasi pelaku pasar, di mana mayoritas pedagang kini meyakini The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% pada rapat bulan September mendatang. Selain di pasar saham, tren positif juga terjadi di pasar komoditas dengan harga minyak mentah WTI dan Brent yang turut mencatatkan penguatan.
