Bank Indonesia mencatat arus masuk dana asing ke SBN dan SRBI mencapai Rp195 triliun sepanjang semester pertama 2026. Lonjakan investasi ini dipicu oleh kebijakan kenaikan suku bunga acuan yang efektif memperkuat cadangan devisa serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.
Bank Indonesia mencatat arus masuk dana asing ke SBN dan SRBI mencapai Rp195 triliun sepanjang semester pertama 2026. Lonjakan investasi ini dipicu oleh kebijakan kenaikan suku bunga acuan yang efektif memperkuat cadangan devisa serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.
Berita Terkait
Tag: Investasi Asing
Purbaya Sebut Lokasi PFII Tunggu Aturan Peraturan Pemerintah
Pemerintah Indonesia belum menentukan lokasi definitif Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) karena masih menunggu penyusunan regulasi melalui Peraturan Pemerintah. Meski Bali menjadi opsi yang dikaji mendalam, pemerintah tetap mempertimbangkan berbagai lahan BUMN lainnya yang strategis.
Bank Indonesia Siapkan Insentif Baru Tarik Modal Asing
Bank Indonesia menyiapkan insentif berupa penurunan biaya hedging swap sebesar 10 persen bagi investor asing untuk menarik modal dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Kebijakan ini juga mencakup perluasan instrumen valuta asing guna memperkuat ketahanan pasar keuangan domestik.
Purbaya Buka Peluang KEK Jadi Lokasi PFII
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pemerintah kini tengah mengevaluasi sejumlah kandidat lokasi dengan mempertimbangkan efisiensi biaya serta kesiapan infrastruktur.
Purbaya Buka Suara Soal Usulan Insentif Pajak Investor PFII
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah belum memutuskan besaran maupun jangka waktu insentif pajak bagi investor di Pusat Finansial Internasional Indonesia. Kebijakan yang tengah dirancang ini dipastikan tetap mematuhi ketentuan Pajak Minimum Global sebesar 15 persen.
Perusahaan Jepang Investasi Rp539 Miliar Bangun Bank Plasma Indonesia
Perusahaan biofarmasi Jepang Takeda akan investasi jaringan bank plasma hingga US$30 juta atau sekitar Rp539 miliar selama dua tahun.
Wakil Ketua DPR Sebut Pasar Keuangan Indonesia Masih Rentan
Dangkalnya pasar keuangan Indonesia tercermin dari terbatasnya instrumen investasi, jumlah pelaku pasar, serta volume transaksi
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.






