Tiga Bank Himbara Lepas Saham Manajemen Aset Ke DAM

Penandatanganan akta jual beli saham PT BRI Manajemen Investasi kepada PT Danantara Asset Management di Jakarta
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk resmi melepas seluruh sahamnya di BRI Manajemen Investasi kepada Danantara Asset Management.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT BRI Manajemen Investasi kepada PT Danantara Asset Management pada Rabu (22/7/2026) sebagai bagian dari upaya konsolidasi besar-besaran perusahaan manajemen aset milik negara.

Dilansir dari Katadata, langkah strategis ini menandai babak baru dalam transformasi ekosistem pengelolaan aset di bawah payung Danareksa yang kini berada dalam naungan Danantara.

Baca Juga

Transaksi tersebut secara formal dituangkan melalui penandatanganan akta jual beli saham antara BBRI dan DAM.

Dalam kesepakatan itu, pihak pembeli mengambil alih 19,5 juta saham BRI Manajemen Investasi atau setara dengan 65% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Proses ini merupakan realisasi dari perjanjian jual beli bersyarat yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak pada 1 April lalu.

Pihak bank menyatakan bahwa pengalihan ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi yang telah dilaporkan sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan.

Tujuan utama dari pengalihan ini adalah untuk membentuk perusahaan manajemen aset yang jauh lebih kompetitif serta memperkuat sinergi bisnis di sektor investasi.

Dengan selesainya transaksi tersebut, BRI tidak lagi memiliki keterikatan kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

Konsekuensinya, laporan keuangan BRI Manajemen Investasi tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan induk perusahaan dan resmi keluar dari Grup BRI.

Langkah serupa sebelumnya juga telah ditempuh oleh PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Bank Mandiri telah mengalihkan seluruh saham PT Mandiri Manajemen Investasi kepada DAM melalui penandatanganan akta jual beli yang dilakukan bersamaan.

Hal yang sama berlaku bagi BNI yang melalui PT BNI Sekuritas telah menyerahkan 39,96 juta saham PT BNI Asset Management kepada pihak yang sama.

Seluruh proses ini merupakan bagian dari pembentukan holding manajer investasi BUMN di bawah ekosistem Danantara.

Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, sebelumnya menargetkan konsolidasi empat perusahaan manajer investasi Himbara dapat diselesaikan pada Juni 2026.

Selain ketiga bank tersebut, entitas keempat yang akan bergabung ke dalam holding adalah PT PNM Investment Management yang terafiliasi dengan Permodalan Nasional Madani.

Konsolidasi ini menjadi inti dari transformasi Danareksa agar kembali fokus sebagai perusahaan pengelola aset setelah anak usahanya dialihkan ke Danantara.

“Danareksa sebagai holding lintas sektor BUMN sudah tidak ada lagi, anak-anak perusahaan sudah ditarik ke Danantara,” kata Dony.

Dony memperkirakan bahwa total dana kelolaan Danareksa akan mencapai angka fantastis yakni sekitar Rp 185 triliun setelah proses integrasi seluruh manajer investasi Himbara tuntas.

Proyeksi nilai tersebut berpotensi menjadikan Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset terbesar kedua di Indonesia.

Ringkasan

Tiga bank Himbara, yakni BRI, Bank Mandiri, dan BNI, resmi melepas seluruh kepemilikan saham pada anak usaha manajemen aset mereka kepada PT Danantara Asset Management (DAM) pada Rabu (22/7/2026) untuk melakukan konsolidasi besar-besaran perusahaan manajer investasi milik negara.

Langkah strategis ini melibatkan pengalihan 65% saham BRI Manajemen Investasi, serta seluruh kepemilikan saham di Mandiri Manajemen Investasi dan BNI Asset Management, guna membentuk holding manajer investasi BUMN yang lebih kompetitif di bawah naungan ekosistem Danantara.

Konsolidasi yang juga akan menyertakan PT PNM Investment Management ini diproyeksikan mampu menghimpun total dana kelolaan hingga Rp 185 triliun, yang berpotensi menempatkan entitas tersebut sebagai perusahaan manajemen aset terbesar kedua di Indonesia.

Rekomendasi