Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat sekitar satu juta lulusan strata satu (S1) di Indonesia masih menganggur selama satu tahun terakhir.
Data tersebut disampaikan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, dalam ajang ESG Now Leadership Forum & Awards 2026 di Jakarta, Senin (19/10/2026).
“Salah satunya lulusan S1 kita ternyata yang belum bekerja selama setahun itu ada sekitar 1 juta orang lulusan S1,” ujar Dida.
Pemerintah menyoroti kondisi ini sebagai tantangan serius dalam memanfaatkan bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang melimpah.
Dida menekankan perlunya menjaga stabilitas sektor padat karya untuk menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja terdidik secara lebih masif.
Guna mengatasi kesenjangan kompetensi, pemerintah meluncurkan program magang bagi lulusan perguruan tinggi dengan seluruh pembiayaan ditanggung oleh negara.
“Oleh karenanya pemerintah memperkenalkan program magang, dananya itu semua dari pemerintah dan ditempatkan di perusahaan-perusahaan,” kata Dida.
Program ini dirancang untuk menjawab hambatan utama lulusan baru yang kerap kesulitan memenuhi syarat pengalaman kerja saat melamar ke perusahaan.
Dida menilai inisiatif tersebut sangat krusial untuk memutus stigma negatif yang sering menimpa para pencari kerja muda saat menjalani proses seleksi.
“Ini untuk menjembatani stigma lulusan perguruan tinggi, pasti kalau wawancara ditanya pertama adalah pengalaman kerja, ya,” ujar Dida.
Selain program magang, pemerintah kini mengoptimalkan sektor ekonomi hijau, transisi energi, dan pengelolaan limbah sebagai sumber penciptaan lapangan kerja baru.
Pemerintah berkomitmen memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan perluasan kesempatan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.
Strategi pembangunan ini memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, serta media.








