Jakarta – Sejumlah manajer investasi asing dan domestik masih menunjukkan dominasi kuat dalam memegang portofolio saham di atas 1% pada berbagai emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia per Jumat (7/8/2026).
Dilansir dari Katadata, data kepemilikan saham tersebut merujuk pada catatan Kustodian Sentral Efek Indonesia yang mencatat 60 kepemilikan saham oleh investor dengan klasifikasi manajer investasi.
Perusahaan asal Singapura menjadi aktor paling dominan dengan dua entitas utama, yakni Maybank Securities Pte Ltd dan Phillip Securities Pte Ltd, yang secara gabungan menguasai lebih dari separuh total catatan kepemilikan dalam dokumen tersebut.
Maybank Securities Pte Ltd tercatat memiliki portofolio paling terdiversifikasi dengan kepemilikan saham pada 22 emiten berbeda, sementara Phillip Securities Pte Ltd mengoleksi saham di 11 emiten.
Selain Singapura, keterlibatan investor global lainnya terlihat dari kehadiran CGS International Securities Hong Kong Limited serta CGS International Securities Mauritius Ltd yang turut aktif di pasar modal tanah air.
Pasar Indonesia juga menarik minat investor yang berbasis di Amerika Serikat melalui Citibank New York S/A International Finance Corporation dan Citigroup Global Markets Limited.
Kelompok manajer investasi domestik juga turut mewarnai daftar tersebut dengan kehadiran sejumlah nama seperti PT Capital Asset Management, PT Pacific Capital Investment, dan PT Henan Putihrai Asset Management.
Beberapa perusahaan lokal lainnya yang tercatat memiliki kepemilikan saham signifikan meliputi PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, PT Jasa Capital Asset Management, serta PT Prospera Asset Management.
Daftar lengkap manajer investasi dengan kepemilikan saham di atas 1% pada sejumlah emiten adalah sebagai berikut:
- Maybank Securities Pte Ltd memiliki saham di 22 emiten, termasuk ABDA, AMIN, BBMD, BBYB, BRMS, BUDI, CARS, CFIN, DSNG, GLVA, JSKY, LINK, LPKR, MAIN, MDIY, MICE, MTLA, PLAS, TBLA, TDPM, VOKS, dan YULE.
- Phillip Securities Pte Ltd tercatat memegang saham di 11 emiten, yakni AEGS, APII, BGTG, BUDI, CINT, GLVA, MPOW, PTIS, SMLE, STRK, dan TBLA.
- PT Capital Asset Management mengelola kepemilikan di 4 emiten, yaitu BHAT, BOGA, PLAS, dan STAR.
- CGS International Securities Hong Kong Limited memiliki saham di 4 emiten, meliputi BRMS, BUMI, DEWA, dan ENRG.
- PT Pacific Capital Investment memiliki saham di 3 emiten, yaitu BOGA, NASA, dan TARA.
- CGS International Securities Mauritius Ltd memegang saham di 2 emiten, yakni BIPI dan BRMS.
- Citibank New York S/A International Finance Corporation tercatat pada 2 emiten, yaitu ASSA dan MDLA.
- Citigroup Global Markets Limited memiliki saham di 2 emiten, yakni BNLI dan BTPN.
- PT Quantum Clovera Investama Tbk memegang saham di 2 emiten, yaitu DEFI dan MCAS.
- PT Henan Putihrai Asset Management memiliki saham di 2 emiten, yakni FORE dan SSIA.
- PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk tercatat pada 1 emiten, yaitu AMOR.
- PT Jasa Capital Asset Management memegang saham di 1 emiten, yakni JMAS.
- PT Anargya Aset Manajemen memiliki saham di 1 emiten, yakni KOTA.
- PT Victoria Manajemen Investasi tercatat pada 1 emiten, yaitu NUSA.
- Mataram Limited memegang saham di 1 emiten, yakni SULI.
- PT Prospera Asset Management memiliki saham di 1 emiten, yakni WGSH.
Secara fungsi, manajer investasi bertugas menyusun strategi investasi serta mengelola risiko portofolio efek baik untuk nasabah perorangan maupun dana kelolaan kolektif seperti reksa dana.
Keputusan investasi yang diambil oleh lembaga-lembaga ini sering kali menjadi barometer bagi pelaku pasar lain karena besarnya skala dana yang dikelola.
Dokumen dari Kustodian Sentral Efek Indonesia ini hanya menampilkan kepemilikan yang memenuhi ambang batas pelaporan tertentu, sehingga tidak mencerminkan keseluruhan portofolio yang dimiliki oleh setiap manajer investasi.
Dominasi perusahaan asal Singapura dalam daftar ini menegaskan posisi negara tersebut sebagai pusat keuangan regional yang menjadi basis bagi banyak pengelola aset global di Asia.
Ringkasan
Manajer investasi asing dan domestik mendominasi kepemilikan saham di atas 1% pada berbagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) per Jumat (7/8/2026), berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia yang mencatat 60 entitas pengelola dana. Dominasi ini mencerminkan peran strategis para manajer investasi dalam mengelola portofolio efek yang menjadi barometer bagi pelaku pasar modal di Indonesia.
Perusahaan asal Singapura menjadi aktor paling dominan melalui Maybank Securities Pte Ltd yang memegang saham di 22 emiten dan Phillip Securities Pte Ltd di 11 emiten. Selain entitas Singapura, pasar modal Indonesia juga menarik minat investor dari Hong Kong, Mauritius, serta Amerika Serikat, yang bersanding dengan sejumlah perusahaan manajer investasi domestik seperti PT Capital Asset Management dan PT Henan Putihrai Asset Management.
Keputusan investasi dari lembaga-lembaga ini memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar karena skala dana kelolaan yang besar, meskipun data tersebut hanya mencakup kepemilikan yang memenuhi ambang batas pelaporan tertentu. Keberadaan investor asing yang kuat menegaskan posisi Singapura sebagai pusat keuangan regional yang menjadi basis utama bagi banyak pengelola aset global di Asia.
