Jakarta – PT Telkom Akses mencatatkan kinerja operasional yang positif sepanjang Semester I 2026 melalui penguatan proses bisnis, digitalisasi operasional, dan peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital nasional pada Jumat (7/8/2026).
Dilansir dari Katadata, keberhasilan ini merupakan hasil dari transformasi perusahaan yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan dalam mendukung komitmen Danantara Indonesia.
CEO Telkom Akses Irphan Wijaya menyatakan bahwa pencapaian ini adalah wujud kolaborasi dalam menjalankan transformasi operasional dan layanan yang unggul demi memperkuat fondasi ekonomi digital.
“Kami terus memperkuat implementasi transformasi operational dan service excellence, sekaligus mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam membangun fondasi ekonomi digital nasional,” kata Irphan.
Perusahaan memandang bahwa pemerataan konektivitas merupakan kunci utama untuk membuka akses pendidikan, layanan publik, hingga pertumbuhan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sepanjang periode tersebut, Telkom Akses mencatatkan pencapaian infrastruktur yang signifikan di seluruh wilayah operasional mereka.
- Pembangunan 366.000 port baru telah berhasil diselesaikan untuk memperluas jangkauan layanan kepada pelanggan.
- Penggelaran kabel serat optik telah mencapai total panjang 20.223 kilometer sebagai bagian dari upaya perluasan jaringan.
- Penyelesaian fiberisasi tower dilakukan sepanjang 3.417 kilometer guna meningkatkan kapasitas jaringan akses TelkomGroup.
Peningkatan kualitas layanan juga menjadi sorotan utama dengan realisasi target yang melampaui ekspektasi perusahaan.
Kinerja Time to Install atau TTI 3×24 Jam tercatat mencapai 110,4 persen dari target yang ditetapkan.
Fulfillment Guarantee atau FFG berhasil direalisasikan sebesar 100,1 persen oleh tim operasional di lapangan.
Sementara itu, Time to Repair atau TTR telah mencapai 127,9 persen dari target kinerja yang dipatok perusahaan.
Transformasi ini difokuskan pada empat pilar utama yakni penguatan tata kelola, percepatan digitalisasi, optimalisasi efisiensi sumber daya, dan penerapan standar operasional yang ketat.
Seluruh inisiatif tersebut selaras dengan agenda transformasi TLKM 30 yang mengedepankan budaya kerja unggul dan efisiensi proses di seluruh entitas grup.
Memasuki Semester II 2026, perusahaan akan melanjutkan pengembangan jaringan serta penguatan sinergi dalam ekosistem TelkomGroup untuk menciptakan nilai jangka panjang.
Selain perluasan fisik, Telkom Akses juga berfokus pada pengembangan talenta yang adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini.
Penguatan tata kelola dan budaya keselamatan kerja terus diterapkan guna memastikan operasional berjalan dengan standar keamanan yang tinggi.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tuntutan kebutuhan layanan digital yang terus meningkat.
Melalui semangat membangun akses yang merata, Telkom Akses berkomitmen untuk terus menjadi penggerak utama dalam pembangunan ekosistem digital di Indonesia.
Ringkasan
PT Telkom Akses mencatatkan kinerja operasional positif sepanjang Semester I 2026 melalui transformasi bisnis, digitalisasi, dan penguatan infrastruktur digital nasional yang diumumkan pada Jumat (7/8/2026) di Jakarta. Pencapaian ini merupakan wujud konsistensi perusahaan dalam mendukung komitmen Danantara Indonesia untuk membangun fondasi ekonomi digital yang merata bagi seluruh masyarakat.
Kinerja tersebut ditandai dengan keberhasilan pembangunan 366.000 port baru, penggelaran kabel serat optik sepanjang 20.223 kilometer, serta fiberisasi tower sepanjang 3.417 kilometer. Selain itu, perusahaan melampaui target operasional utama, termasuk pencapaian Time to Install (TTI) sebesar 110,4 persen dan Time to Repair (TTR) sebesar 127,9 persen dari target yang ditetapkan.
Keberhasilan ini didorong oleh empat pilar transformasi yang mencakup penguatan tata kelola, percepatan digitalisasi, optimalisasi efisiensi sumber daya, dan penerapan standar operasional ketat sesuai agenda TLKM 30. Ke depan, perusahaan berkomitmen melanjutkan pengembangan jaringan serta peningkatan kompetensi talenta untuk memperkuat daya saing dalam ekosistem digital Indonesia.
