Manajemen Ungkap Rencana IPO Anak Usaha Dewa Gayo Mineral

Direktur PT Darma Henwa Tbk, Ricardo Silaen, memberikan keterangan terkait rencana IPO anak usaha Gayo Resources Mineral.
Direktur PT Darma Henwa Tbk, Ricardo Silaen, memberikan penjelasan resmi mengenai rencana IPO anak usaha perusahaan, Gayo Resources Mineral.

Jakarta – Manajemen PT Darma Henwa Tbk akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Gayo Resources Mineral (GMR), anak usaha yang fokus pada sektor tambang emas dan tembaga di Aceh, pada Jumat (7/8/2026).

Dilansir dari Katadata, Direktur PT Darma Henwa Tbk, Ricardo Silaen, menyatakan bahwa perusahaan saat ini masih memprioritaskan penyelesaian tahap eksplorasi sebelum melangkah ke proses pencarian pendanaan lebih lanjut.

Baca Juga

Ricardo menegaskan bahwa meskipun opsi untuk melantai di bursa saham telah dipertimbangkan, hingga saat ini belum ada jadwal pasti mengenai waktu pelaksanaannya.

“Untuk IPO belum ada timeline yang fixed,” kata Ricardo.

GMR merupakan entitas bisnis di mana 99,75% sahamnya dimiliki langsung oleh PT Darma Henwa Tbk dan saat ini belum beroperasi secara komersial.

Pengembangan proyek GMR diproyeksikan sebagai strategi jangka menengah hingga panjang yang memerlukan dukungan modal signifikan untuk kebutuhan ekspansi maupun monetisasi aset.

Berdasarkan penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik, nilai bruto atau gross valuation proyek GMR diperkirakan mencapai Rp 7 triliun.

Setelah memperhitungkan biaya akuisisi serta berbagai liabilitas, perseroan mencatatkan negative goodwill dengan nilai sekitar Rp 4,5 triliun.

Lahan yang dikuasai GMR mencakup izin usaha pertambangan eksplorasi seluas kurang lebih 34.550 hektare dengan titik pengeboran prioritas di kawasan Tengkereng Atas.

Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Darma Henwa Tbk, Mukson Arif Rosyidi, menambahkan bahwa perusahaan tetap mengkaji berbagai alternatif pendanaan eksternal selain opsi IPO.

“Salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam sumber pendanaan adalah penawaran umum perdana saham, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tulis Mukson dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

Langkah strategis ini dilakukan beriringan dengan upaya perseroan untuk melakukan diversifikasi bisnis di luar sektor kontraktor pertambangan batu bara dan mineral.

PT Darma Henwa Tbk baru saja membentuk tiga anak usaha baru untuk memperluas portofolio perusahaan di bidang kelistrikan, infrastruktur, serta pariwisata.

Ketiga entitas baru tersebut meliputi PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru di masa depan.

Perusahaan menyatakan bahwa pembentukan anak usaha ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang melalui penciptaan proyek-proyek baru.

PT DH Listrik akan berfokus pada penyediaan tenaga listrik, sementara PT DH Infrastruktur diarahkan untuk melayani kebutuhan kepelabuhanan serta logistik angkutan barang.

Terakhir, PT DH Arunika Hospitality akan mengelola bisnis pariwisata dan perhotelan, mencakup layanan manajemen hotel, penyediaan makanan, hingga konsultasi manajemen tenaga kerja.

Ringkasan

Manajemen PT Darma Henwa Tbk mengonfirmasi bahwa rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya, PT Gayo Resources Mineral (GMR), belum memiliki jadwal pasti karena perusahaan masih memprioritaskan penyelesaian tahap eksplorasi tambang emas dan tembaga di Aceh.

Meskipun opsi IPO menjadi salah satu strategi pendanaan jangka menengah hingga panjang, perusahaan saat ini masih mengevaluasi berbagai alternatif pendanaan eksternal untuk mendukung proyek yang memiliki nilai valuasi bruto mencapai Rp 7 triliun tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi bisnis Darma Henwa di luar sektor kontraktor batu bara, yang juga diwujudkan melalui pembentukan tiga anak usaha baru di bidang kelistrikan, infrastruktur, dan pariwisata untuk menjaga keberlangsungan usaha perusahaan.

Rekomendasi