Bisnistalk.com, – Jakarta – Kementerian Keuangan memastikan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) memadai untuk pembelian sistem rudal BrahMos dari India. Ketersediaan dana ini menjadi kunci realisasi pengadaan alutsista strategis tersebut.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan, “Saya pikir mereka akan mengalihkan dari situ untuk belanjanya.” Beliau menambahkan, “Saya tidak tahu nanti saya tanyakan ke Kementerian Pertahanan, tapi anggaran Kementerian Pertahanan cukup besar. Seharusnya cukup.” Pernyataannya ini menggarisbawahi keyakinan pemerintah terhadap kelayakan finansial proyek ini.
Kepastian anggaran tersebut muncul menyusul penandatanganan 16 dokumen kerja sama antara Indonesia dan India. Perjanjian ini disepakati saat kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Jakarta. Salah satu kesepakatan krusial adalah kontrak pengadaan sistem rudal BrahMos, yang ditandatangani oleh BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI.
Presiden Prabowo Subianto menekankan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama di sektor pertahanan, keamanan, dan maritim. Fokus penguatan ini mencakup peningkatan kerja sama industri pertahanan, manajemen bencana, serta keamanan maritim di kawasan Samudra Hindia. Pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru juga menjadi prioritas.
Prabowo menjelaskan, “Seiring dengan meningkatnya tantangan isu keamanan lintas negara, kami berkomitmen untuk memperdalam kerja sama pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta pengembangan infrastruktur digital.” Pernyataan ini menegaskan visi bersama untuk menghadapi ancaman global melalui kolaborasi teknologi dan keamanan.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut menyatakan penguatan kepercayaan antara kedua negara. Ia melihat hal ini tercermin dalam semakin eratnya kerja sama di sektor keamanan dan perlindungan.
Modi menyampaikan, “Hari ini, kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pertukaran bidang pertahanan, manajemen bencana, dan kerja sama bidang industri.” Komitmen ini menandakan langkah maju dalam hubungan bilateral.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Pertahanan RI, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi penandatanganan perjanjian pembelian sistem rudal BrahMos. Pengadaan ini merupakan bagian dari upaya modernisasi alutsista, khususnya untuk memperkuat perlindungan pantai Indonesia.
Rico merinci, “Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memodernisasi persenjataan kami, terutama dalam memperkuat pertahanan pantai kami.” Fokus pada pertahanan pantai menunjukkan prioritas strategis Indonesia.
Lebih lanjut, Rico menjelaskan bahwa pengadaan ini turut memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan India di bidang pertahanan. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pencegahan dalam menjaga keamanan nasional.
Perkiraan nilai pengadaan sistem rudal BrahMos mencapai sekitar US$ 450 juta atau sekitar Rp 7,6 triliun. Indonesia akan menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal canggih ini. Pengadaan ini merupakan bagian integral dari strategi penguatan pertahanan maritim nasional.
Rudal BrahMos sendiri dikenal sebagai rudal jelajah supersonik. Kecepatan jelajahnya dapat mencapai sekitar Mach 2,8 hingga 3. Rudal ini dirancang untuk memberikan daya serang presisi tinggi terhadap sasaran di darat maupun laut. Kemampuannya untuk diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kendaraan darat, kapal perang, kapal selam, hingga pesawat tempur, menjadikannya aset strategis yang multifungsi.





