IHSG Naik 0,68 Persen, Lima Saham Terlaris

Bisnistalk.com, – Jakarta – Perdagangan di bursa saham Indonesia pada Senin (6/7) ditutup dengan catatan positif, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat. Penguatan ini menandakan adanya momentum positif bagi pasar modal domestik di tengah dinamika perekonomian yang terus bergerak.

IHSG secara meyakinkan mengakhiri sesi perdagangan dengan kenaikan 40,29 poin. Angka ini setara dengan penguatan 0,68%, membawa indeks acuan utama pasar modal Indonesia ini bertengger di level 5.916,07.

Baca Juga

Indeks LQ45, yang mencerminkan pergerakan 45 saham dengan likuiditas tertinggi, turut mengikuti jejak penguatan IHSG. Indeks ini tercatat naik sebesar 0,46%, mencapai angka 584,483.

Total nilai transaksi bursa pada hari itu merangkum angka signifikan, mencapai Rp 9,24 triliun. Volume perdagangan saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 19,50 miliar unit.

Frekuensi transaksi yang terjadi sepanjang hari mencapai 1,62 juta kali, menunjukkan tingginya aktivitas para pelaku pasar dalam melakukan jual beli efek.

Dalam daftar saham yang mengalami kenaikan paling tajam, Leyand International (LAPD) memimpin dengan lonjakan 34,48%, ditutup pada harga 78. Nusatama Berkah (NTBK) juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 34,00%, mencapai level 67.

Trisula Textile Industries (BELL) turut membukukan kenaikan signifikan sebesar 27,08%, mengakhiri perdagangan di harga 122. Yupi Indo Jelly Gum (YUPI) mencatat penguatan 24,90%, ditutup pada harga 1.530, sementara Sekar Bumi (SKBM) naik 24,42% ke posisi 535.

Di sisi pelemahan, Fortune Indonesia (FORU) mengalami penurunan paling dalam, terkoreksi 15,00% ke level 2.890. Puri Sentul Permai (KDTN) juga mencatat penurunan 10,08%, berakhir di harga 535.

Electronic City Indonesia (ECII) turun 9,80%, ditutup pada harga 138. Lima Dua Lima Tiga (LUCY) mengalami pelemahan 9,79% ke level 645. Delta Djakarta (DLTA) juga terpantau melemah 7,87%, mengakhiri perdagangan di harga 1.755.

Dari sisi nilai transaksi, saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi yang teraktif diperdagangkan, dengan total nilai mencapai Rp 906,45 miliar. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyusul dengan nilai transaksi Rp 700,98 miliar.

Chandra Asri Pacific (TPIA) juga mencatatkan nilai transaksi tinggi sebesar Rp 630,26 miliar. Bank Mandiri (BMRI) serta Barito Renewables Energy (BREN) masing-masing membukukan nilai transaksi Rp 571,14 miliar dan Rp 255,01 miliar.

Untuk pergerakan volume saham, Bumi Resources (BUMI) mencatatkan volume perdagangan tertinggi sebanyak 17,49 juta lembar. Megalestari Epack Sentosaraya (EPAC) menyusul dengan 16,08 juta lembar.

Bakrie & Brothers (BNBR) mencatatkan volume 9,57 juta lembar, diikuti oleh Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) dengan 8,37 juta lembar. Nusatama Berkah (NTBK) menutup daftar teratas dengan volume 4,93 juta lembar.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada sore hari menunjukkan tren pelemahan. Kurs rupiah ditutup pada level Rp17.985 per dolar AS, turun 30 poin atau setara dengan 0,167% dari posisi pembukaan pagi hari di Rp17.955.

Dinamika bursa saham di kawasan Asia pada penutupan perdagangan hari ini menunjukkan pergerakan yang cenderung bervariasi. Indeks Nikkei 225 di Jepang sedikit tergelincir 0,01%, sementara Indeks Hang Seng di Hong Kong melonjak 1,14%.

Indeks SSE Composite di China mengalami penurunan tipis 0,06%. Sebaliknya, Indeks Straits Times di Singapura mencatatkan penguatan sebesar 0,25%.

Rekomendasi