Jakarta, Bisnistalk.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Senin (29/6) dengan penguatan di zona hijau, seiring rupiah yang juga bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi hari.
Pada pembukaan pasar, IHSG naik 41,896 poin atau 0,71 persen ke level 5.938,031, setelah pada fase preopening sempat menguat 35,895 poin atau 0,61 persen ke 5.932,029.
Pergerakan awal pasar domestik ini menunjukkan sentimen positif di awal pekan, meski arah bursa saham Asia masih bervariasi. Di pasar valuta asing, rupiah terpantau menguat berdasarkan data Bloomberg.
Pada pukul 09.00 WIB, nilai tukar rupiah berada di Rp 17.922 per dolar AS, menguat 21,00 poin atau 0,12 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Di kawasan Asia, sejumlah indeks saham utama bergerak berbeda arah. Nikkei 225 di Jepang justru melemah 388,500 poin atau 0,56 persen ke 68.972,398. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong bergerak naik 149,300 poin atau 0,66 persen ke 22.821,160.
Tekanan juga masih terlihat di pasar saham China. Indeks SSE Composite tercatat turun 10,500 poin atau 0,26 persen ke 4.016,770. Adapun Straits Times di Singapura ikut terkoreksi 7,580 poin atau 0,15 persen ke 5.184,149.
Pergerakan IHSG pada awal perdagangan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah kondisi regional yang tidak seragam.
Kenaikan indeks domestik dan penguatan rupiah memberi sinyal bahwa investor masih merespons pasar Indonesia dengan cukup positif, setidaknya pada pembukaan perdagangan.
Di sisi lain, pelemahan di beberapa bursa Asia menunjukkan bahwa sentimen global masih bergerak dinamis dan belum sepenuhnya searah.




