IHSG Anjlok 242 Persen ke 5679 Terburuk di Asia

Jakarta – Tekanan jual kembali mendominasi perdagangan saham pada sesi I Selasa (30/6), membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam dan bertahan di zona merah hingga tengah hari. Berdasarkan data Stockbit, IHSG melemah 141,04 poin atau 2,42 persen ke level 5.679,75, menandai penurunan yang cukup dalam pada paruh pertama perdagangan.

Aktivitas transaksi di bursa berlangsung ramai meski indeks turun. Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 903 ribu kali, dengan total volume 12,43 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp7,52 triliun. Kondisi ini menunjukkan minat pelaku pasar tetap tinggi, namun arah pergerakan lebih banyak dipengaruhi aksi jual pada saham-saham tertentu.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatat kenaikan paling besar. PEGE atau Panca Global Kapital memimpin daftar top gainers setelah naik 36 poin atau 34,29 persen ke 141. Di belakangnya ada AYLS atau Agro Yasa Lestari yang menguat 40 poin atau 28,99 persen ke 178, lalu MGNA atau Magna Investama Mandiri yang naik 16 poin atau 20,00 persen ke 96.

Penguatan juga terlihat pada BOBA atau Formosa Ingredient Factory yang bertambah 42 poin atau 17,07 persen ke 288. Sementara itu, ENAK atau Champ Resto Indonesia naik 44 poin atau 15,71 persen ke 324. Pergerakan ini menunjukkan masih adanya saham-saham yang mampu bergerak berlawanan arah di saat pasar secara umum melemah.

Di sisi lain, tekanan terbesar justru menimpa beberapa emiten yang masuk daftar top losers. MMIX atau Multi Medika Internasional turun 95 poin atau 14,84 persen ke 545. PANS atau Panin Sekuritas juga terkoreksi 275 poin atau 14,78 persen ke 1.585, disusul RGAS atau Kian Santang Muliatama yang melemah 31 poin atau 14,62 persen ke 181.

COCO atau Wahana Interfood Nusantara turun 21 poin atau 14,48 persen ke 124, sedangkan OILS atau Indo Oil Perkasa terkoreksi 31 poin atau 14,22 persen ke 187. Daftar ini memperlihatkan bahwa tekanan jual tidak hanya menghantam indeks utama, tetapi juga menekan beberapa saham individual secara signifikan.

Dari sisi nilai transaksi, BBCA atau Bank Central Asia menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp1,24 triliun. Setelah itu, BBRI atau Bank Rakyat Indonesia (Persero) membukukan transaksi Rp377,58 miliar, TPIA atau Chandra Asri Pacific Rp350,39 miliar, BMRI atau Bank Mandiri (Persero) Rp347,03 miliar, dan TLKM atau PT Telkom Indonesia (Persero) Rp226,43 miliar.

Untuk volume perdagangan, BUMI atau Bumi Resources mencatat aktivitas tertinggi dengan 13,66 juta lembar saham. EPAC atau Megalestari Epack Sentosaraya menyusul dengan 6,58 juta lembar, BNBR atau Bakrie & Brothers sebanyak 4,75 juta lembar, BIPI atau Astrindo Nusantara Infrastruktur 4,10 juta lembar, serta DEWA atau Darma Henwa sebanyak 3,23 juta lembar.

Sementara itu, pergerakan bursa di Asia pada perdagangan hari ini cenderung tidak seragam. Berdasarkan data Stockbit dan Yahoo Finance, indeks Nikkei 225 di Jepang justru menguat 1,71 persen ke 70.667. Di Hong Kong, Hang Seng turun 1,19 persen ke 22.752,96, sedangkan SSE Composite di China naik tipis 0,20 persen ke 4.082,13.

Di Singapura, indeks Straits Times bergerak turun 0,61 persen ke 5.177,12. Pergerakan yang beragam di pasar Asia ini menegaskan bahwa sentimen investor di kawasan masih dipengaruhi oleh faktor masing-masing negara, meski pelemahan IHSG pada sesi siang menunjukkan tekanan di pasar domestik tetap cukup kuat.

Rekomendasi