Harga Minyak Terjun Saat Kapal Tanker Tinggalkan Hormuz

Drone shot of a large, complex offshore oil platform in deep blue ocean waters.
Photo by <a href="https://www.pexels.com/@aron-razif-98492360?utm_source=instant-images&utm_medium=referral" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Aron Razif</a> on <a href="https://pexels.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Pexels</a>

Jakarta, Bisnistalk.com – Pasar ​minyak global melemah tajam pada Jumat (26/6) setelah arus tanker yang semakin lancar keluar dari Selat Hormuz meredakan kekhawatiran pasokan, menyusul serangan terhadap sebuah kapal kargo di dekat Oman sehari sebelumnya.

Harga ⁢minyak Brent ditutup‌ di level US$71,99 per barel, turun US$3,27 atau 4,34%.

Baca Juga

Sementara itu,minyak⁢ mentah West Texas Intermediate⁤ (WTI) Amerika Serikat berakhir di US$69,23 per barel,melemah US$2,69 atau 3,74%.

Sepanjang pekan, Brent telah turun 10,86% sejak penutupan ⁢perdagangan Kamis pekan lalu.

Adapun WTI melemah 9,62%.Pasar tutup pada Jumat ⁣pekan lalu karena hari libur nasional.

“Ada keyakinan yang semakin​ besar bahwa minyak akan terus mengalir ‌melalui Selat Hormuz,” kata phil Flynn, analis senior Price Futures ⁢Group.

Sebelum tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari, pelaku ⁣pasar sempat khawatir suplai minyak tidak‍ sanggup mengejar permintaan. Namun, ⁤tekanan itu kini mulai mereda.

“Pandangan yang dominan tampaknya masih mengarah pada ​kelebihan pasokan minyak dalam waktu dekat,” kata analis ⁢PVM, Tamas Varga. Flynn menambahkan, “Kita ⁢akan ⁢melihat banjir pasokan minyak. saya rasa kita ⁢juga akan menyaksikan⁣ lonjakan besar produk ⁢minyak.”

Arus jual di pasar juga mendapat dorongan dari kembalinya aktivitas Saudi Aramco di terminal ‌Ras Tanura, Teluk, pada‍ Jumat setelah hampir empat‌ bulan terhenti, berdasarkan data pengiriman LSEG.

Data itu menunjukkan dua kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar atau VLCC, masing-masing mampu mengangkut⁢ hingga 2 juta barel, telah memuat minyak di terminal tersebut. Satu kapal lainnya masih menunggu di sekitar lokasi.

“Terjadi aksi jual secara luas ⁣karena pasar ​merespons meningkatnya arus kapal⁢ yang keluar dari Selat Hormuz, sementara China belum juga meningkatkan permintaan minyak mentah,” kata June Goh, analis⁢ senior pasar minyak di Sparta ⁤Commodities.

Tekanan harga datang setelah brent dan WTI​ sempat​ melonjak lebih dari ⁣2% ⁣pada ⁢Kamis, usai sebuah kapal kargo terkena proyektil tak dikenal di dekat ‍Oman. Insiden itu membuat ‍badan⁣ pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa ⁣menghentikan sementara ⁢program‌ evakuasi⁣ sukarela.

Dua pejabat Amerika Serikat mengatakan ​kepada Reuters bahwa Iran ⁢menembaki kapal⁣ kargo tersebut⁣ saat berupaya melintasi ‌selat. Iran kemudian menyatakan keamanan kapal-kapal yang berlayar di luar jalur resmi Selat Hormuz tidak bisa dijamin.

Pada Jumat, ‌Iran kembali menegaskan​ haknya ⁣untuk mengendalikan pelayaran di Selat Hormuz dan memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak memihak⁣ Amerika Serikat.

Data pada Kamis juga menunjukkan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz naik pekan ini ke level⁤ tertinggi sejak konflik‍ antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai ⁣pada akhir⁣ Februari.

meski kesepakatan gencatan senjata telah membuka kembali jalur pelayaran itu, volume lalu lintas secara ‌keseluruhan masih jauh​ di bawah rata-rata harian sebelum perang.

Di sisi lain, otoritas Rusia disebut sedang mempertimbangkan larangan ekspor solar selama ‌beberapa bulan ke depan, menurut laporan kantor berita pemerintah TASS pada Jumat.

Rusia, salah satu ⁣eksportir utama solar ⁢dunia, tengah menghadapi persoalan pasokan bahan bakar⁤ setelah serangan drone Ukraina merusak kilang minyak serta infrastruktur energi​ lainnya secara besar-besaran.

Rekomendasi