Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan perombakan komposisi indeks LQ45 pada Selasa (28/7/2026) untuk periode efektif mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026 mendatang.
Dilansir dari Katadata, otoritas bursa memutuskan untuk memasukkan PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebagai penghuni baru dalam daftar saham paling likuid di pasar modal Indonesia.
Kedua emiten tersebut masuk untuk menggantikan posisi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang harus keluar dari daftar indeks bergengsi tersebut.
Perubahan ini ditetapkan melalui Pengumuman BEI Nomor Peng-00148/BEI.POP/07-2026 sebagai bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan secara berkala.
Indeks LQ45 sendiri berfungsi sebagai salah satu acuan utama bagi investor institusi dan manajer investasi dalam menyusun portofolio saham dengan kapitalisasi pasar besar.
Selain pergantian emiten, pihak bursa juga melakukan penyesuaian bobot terhadap sejumlah saham yang sudah berada di dalam daftar.
Sektor perbankan terpantau masih mendominasi indeks meskipun terdapat perubahan porsi pada beberapa emiten besar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menduduki posisi dengan bobot terbesar dalam indeks, meski porsinya mengalami penurunan dari 16,79% menjadi 15%.
Di posisi kedua, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memiliki bobot 13,23%, turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 13,71%.
Sebaliknya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan kenaikan bobot dari 10,46% menjadi 10,91% dalam evaluasi terbaru ini.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mengalami penurunan bobot menjadi 7,34% dari posisi awal sebesar 8,14%.
Sementara itu, kedua pendatang baru yakni INDY dan NCKL masing-masing mendapatkan bobot sebesar 0,25% dan 0,46% saat mulai aktif nanti.
Beberapa saham lain mencatatkan peningkatan bobot yang signifikan, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik menjadi 4,82%.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (BRPT) juga tercatat mengalami kenaikan bobot menjadi 3,13%.
Peningkatan bobot lainnya dialami oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik dari 0,84% menjadi 1,10%.
Pihak bursa menegaskan bahwa bobot masing-masing saham masih dapat mengalami perubahan sebelum tanggal efektif jika terjadi aksi korporasi.
Aksi korporasi yang dimaksud mencakup kegiatan seperti pemecahan saham, penggabungan saham, penerbitan saham baru, atau pembagian dividen saham.
Penyesuaian secara berkala ini dilakukan agar perhitungan indeks tetap mencerminkan kondisi terkini di pasar modal secara akurat.
Ringkasan
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merombak komposisi indeks LQ45 pada Selasa (28/7/2026) dengan memasukkan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebagai penghuni baru yang berlaku efektif mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Kedua emiten baru tersebut masuk untuk menggantikan posisi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang keluar dari daftar indeks berdasarkan hasil evaluasi rutin bursa.
Selain pergantian emiten, BEI juga melakukan penyesuaian bobot terhadap sejumlah saham yang ada, di mana sektor perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI tetap mendominasi indeks sebagai acuan utama bagi investor institusi.





