Bunga Kredit Bank Himbara Turun, Bulog Hemat Satu Triliun

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat memberikan keterangan terkait penurunan bunga kredit Himbara
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan penurunan bunga kredit Himbara mendukung stabilitas pangan nasional.

Jakarta – Perum Bulog resmi mendapatkan komitmen penurunan bunga kredit dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) menjadi 3 persen, dari sebelumnya mencapai 7 persen, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional pada Senin (3/8/2026).

Dilansir dari Katadata, kebijakan strategis ini diproyeksikan mampu memangkas beban pembayaran bunga perusahaan hingga lebih dari Rp1,07 triliun dalam kurun waktu satu tahun.

Baca Juga

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa penurunan bunga pinjaman ini merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap tugas pokok perusahaan dalam menjaga stabilitas pangan.

“Dampak dari pengurangan bunga bank tersebut, Bulog mampu mengurangi biaya pembayaran bunga dalam satu tahun lebih dari Rp1,07 triliun,” kata Ahmad Rizal.

Ia menambahkan bahwa ini adalah kali pertama Bulog memperoleh fasilitas pembiayaan dengan tingkat bunga serendah itu.

Struktur bunga pinjaman yang sebelumnya berada di kisaran 7 hingga 8 persen kini dipangkas menjadi efektif 5 persen.

Dari total beban tersebut, Bulog hanya menanggung bunga sebesar 3 persen, sementara 2 persen sisanya dibayarkan oleh pemerintah melalui mekanisme subsidi bunga.

Kebijakan ini diyakini akan memperkuat kondisi keuangan perusahaan sekaligus meningkatkan ruang fiskal dalam menjalankan tugas pengadaan hingga pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

Sebelumnya, Bulog juga telah mendapatkan persetujuan pemerintah terkait skema margin baru sebesar 7 persen.

Perubahan skema margin tersebut diproyeksikan mampu membuat neraca keuangan perusahaan berbalik positif hingga mencapai Rp1,14 triliun menjelang akhir tahun.

Perbaikan kondisi finansial ini akan dialokasikan untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk menambah anggaran operasional pemeliharaan gudang agar kualitas beras tetap terjaga.

Selain fokus pada efisiensi keuangan, perusahaan saat ini tengah mengkaji beberapa langkah strategis terkait distribusi pangan:

  • Margin Bulog resmi naik menjadi 7 persen yang diikuti dengan pembahasan mengenai beras SPHP satu harga.
  • Perusahaan berencana meluncurkan beras SPHP versi premium dengan target harga Rp14.900 per kilogram.
  • Bulog telah melepas 240 ribu ton stok SPHP ke sentra peternakan sebagai respon atas kenaikan harga jagung.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bulog dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen serta memastikan ketersediaan pasokan di seluruh wilayah Indonesia.

Ringkasan

Perum Bulog resmi mendapatkan komitmen penurunan bunga kredit dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) menjadi 3 persen pada Senin (3/8/2026) di Jakarta, sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kebijakan pemangkasan bunga dari kisaran 7-8 persen menjadi efektif 5 persen ini diproyeksikan mampu menghemat beban pembayaran bunga perusahaan hingga lebih dari Rp1,07 triliun per tahun.

Efisiensi keuangan ini didukung oleh skema subsidi bunga pemerintah sebesar 2 persen dan penyesuaian margin baru sebesar 7 persen, yang diharapkan dapat memperbaiki neraca keuangan serta meningkatkan kapasitas Bulog dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

Rekomendasi