Jakarta – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL), resmi memperoleh fasilitas pinjaman jumbo senilai US$ 300 juta atau setara dengan Rp 5,36 triliun dari Bangkok Bank pada Selasa (21/7/2026).
Dilansir dari Katadata, pendanaan ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dalam mendukung pengembangan proyek energi terbarukan berskala besar di Indonesia.
SEGHPL sendiri merupakan entitas holding investasi berbasis di Singapura yang mengendalikan operasional bisnis panas bumi dan ketenagalistrikan milik grup konglomerat Prajogo Pangestu di luar negeri.
Fasilitas pinjaman tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni Fasilitas A sebesar US$ 105 juta dan Fasilitas B senilai US$ 195 juta.
Dana dari Fasilitas A dialokasikan khusus untuk membiayai kebutuhan pra-konstruksi di wilayah panas bumi Suoh Sekincau, Sumatera.
Sementara itu, Fasilitas B akan digunakan untuk kebutuhan konstruksi proyek Suoh Sekincau serta wilayah prospek panas bumi Hamiding di Maluku.
Manajemen BREN menjelaskan bahwa dana tersebut akan disalurkan melalui penyertaan modal ke PT Star Energy Suoh Sekincau dan PT Star Energy Geothermal Indonesia.
“SEGHPL dapat menggunakan setiap jumlah yang belum dimanfaatkan dalam sub-batas tersebut untuk pendanaan proyek lainnya, dengan syarat bahwa jumlah agregat yang digunakan berdasarkan Fasilitas B tidak melebihi US$ 195 juta,” kata manajemen BREN.
Pinjaman ini memiliki tenor selama 60 bulan yang dihitung sejak tanggal penarikan pertama pada Fasilitas A.
Perusahaan berharap fasilitas pendanaan ini mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas serta memperkuat kapasitas operasional grup dalam jangka panjang.
Selain itu, langkah strategis ini dinilai sebagai upaya untuk mengoptimalkan arus kas dan mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di sektor energi hijau.
“Dan menciptakan sinergi pendanaan dalam kelompok usaha untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan pencapaian tujuan komersial kelompok usaha secara keseluruhan,” tambah pihak manajemen.
Sebagai jaminan atas fasilitas kredit tersebut, pihak perusahaan menggadaikan sejumlah saham anak usaha serta memberikan hak atas rekening cadangan pembayaran utang kepada pihak bank.
Untuk Fasilitas B, SEGHPL menggadaikan 259.281 saham Star Energy Geothermal Pte. Ltd. dan memberikan gadai peringkat kedua atas 279.646 saham lainnya.
Sementara untuk Fasilitas A, perusahaan menjaminkan 2.058 saham Star Energy Geothermal Netherlands B.V. yang tunduk pada hukum Belanda.
Selain saham, SEGHPL juga menyerahkan dana yang tersimpan dalam rekening cadangan pembayaran utang sebagai jaminan tambahan bagi Bangkok Bank.
“Yang berdasarkan perjanjian tersebut SEGHPL menyerahkan hasil atau dana yang terdapat dalam rekening cadangan pembayaran utang sebagai jaminan,” tulis manajemen BREN.
Langkah ini menegaskan komitmen grup perusahaan dalam mendiversifikasi sumber pendanaan untuk proyek-proyek strategis di masa depan.
Ringkasan
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), melalui anak usahanya Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL), resmi mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar US$ 300 juta atau setara Rp 5,36 triliun dari Bangkok Bank pada Selasa (21/7/2026) untuk mendanai proyek pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Dana tersebut terbagi dalam dua fasilitas, yakni Fasilitas A sebesar US$ 105 juta untuk kebutuhan pra-konstruksi di wilayah Suoh Sekincau, Sumatera, dan Fasilitas B senilai US$ 195 juta untuk konstruksi proyek di Suoh Sekincau serta wilayah Hamiding, Maluku.
Sebagai jaminan atas pinjaman bertenor 60 bulan ini, perusahaan menggadaikan sejumlah saham anak usaha serta memberikan hak atas rekening cadangan pembayaran utang kepada pihak bank guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan bisnis energi hijau jangka panjang.





