Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami koreksi teknikal pada perdagangan saham hari Rabu (15/7/2026) setelah sempat ditutup menguat tipis sebesar 0,03% ke level 6.039 pada sesi sebelumnya di Bursa Efek Indonesia.
Dilansir dari riset MNC Sekuritas, tekanan jual mulai muncul di pasar karena indeks telah mencapai target penguatan di level 6.083.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa IHSG saat ini berada pada bagian wave (c) dari wave [iv] dalam pola triangle.
Kondisi ini memberikan peluang bagi indeks untuk melanjutkan penguatan guna menguji area 6.137 hingga 6.254 jika tekanan jual berhasil diredam.
“Cermati area koreksi terdekat yang diperkirakan berada di 5.974–6.020,” kata Herditya.
MNC Sekuritas menetapkan target area support IHSG berada pada kisaran 5.839–5.607.
Sementara itu, level resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.286–6.599.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu sehingga memicu peningkatan daya beli.
Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi yang sering memicu aksi jual.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) di rentang Rp 620–Rp 630 dengan target harga di Rp 715–Rp 755 serta stoploss di bawah Rp 605.
Selain itu, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) direkomendasikan untuk dibeli pada area Rp 4.340–Rp 4.560 dengan target harga di Rp 4.880–Rp 5.125 serta stoploss di bawah Rp 3.920.
Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa secara teknikal, histogram positif pada indikator MACD masih terus terbentuk.
Namun, indikator stochastic RSI sudah memasuki area overbought sehingga IHSG berpotensi bergerak konsolidasi di kisaran 5.950–6.125.
Secara fundamental, S&P memproyeksikan defisit APBN Indonesia mencapai 2,9% terhadap PDB pada tahun 2026 dan 2027.
Lembaga pemeringkat tersebut juga memperkirakan rasio utang pemerintah berada di level 40,6% dari PDB pada 2026 sebelum naik tipis menjadi 40,7% dari PDB pada 2027.
S&P memperkirakan pemerintah akan memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp 100 triliun dari alokasi awal Rp 300 triliun melalui efisiensi dan pengawasan.
“Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk menjaga defisit APBN di bawah 3%, apalagi di tengah kondisi menguatnya kembali harga minyak mentah,” kata pihak Phintraco Sekuritas.
Dalam upaya menjaga transparansi, Bursa Efek Indonesia menambahkan price-impact ratio sebagai kriteria baru dalam metodologi penyaringan saham yang berpotensi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi.
Indikator ini mengidentifikasi saham dengan lonjakan harga signifikan tanpa diikuti oleh aktivitas perdagangan yang proporsional.
Price-impact ratio membandingkan perubahan harga saham dengan velocity perdagangan atau rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang beredar.
Semakin rendah volume transaksi namun diikuti kenaikan harga yang tajam, maka nilai price-impact ratio akan semakin tinggi.
Akibat perubahan metodologi tersebut, Bursa Efek Indonesia menambahkan 37 saham ke dalam daftar high shareholding concentration (HSC) sehingga totalnya menjadi 51 emiten.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan seperti PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Penafian: Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor dan artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.





