Pelemahan terjadi usai bursa kripto Binance melaporkan potensi peretasan aset besar-besaran.
Jakarta – Harga bitcoin anjlok ke level terendah dalam enam pekan terakhir pada penutupan perdagangan Jumat (30/10).
Penurunan terjadi setelah bursa kripto Binance melaporkan potensi peretasan dan memutuskan untuk membekukan aset kripto senilai US$3 miliar.
Bitcoin melemah sekitar 2 persen menjadi US$77.646 per koin.
Ethereum juga mengalami tekanan serupa dengan merosot 2 persen ke level US$2.238,76 per koin yang merupakan posisi terendah dalam dua bulan.
Data CoinGecko mencatat nilai BNB terjun bebas lebih dari 8 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$694.
Sentimen negatif ini turut menjalar ke bursa saham Amerika Serikat dengan penurunan saham Coinbase Global sebesar 4,8 persen dan saham Strategy yang merosot hampir 6 persen.
Binance telah melakukan pembekuan aset sejak Kamis (29/10) untuk mempermudah investigasi atas dugaan pelanggaran keamanan.
Perusahaan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta mitra industri untuk melacak dan membekukan aset tambahan yang berpotensi dicuri.
Salah satu pendiri Binance, Yi He, menegaskan komitmen perusahaan untuk melindungi dana nasabah.
“Binance akan menanggung seluruh kerugian akibat peretasan,” ujar Yi He.
Pendiri Binance lainnya, Changpeng Zhao, menyatakan melalui platform X bahwa insiden tersebut memiliki indikasi kuat sebagai tindakan peretasan.
Sejumlah penerbit aset kripto turut membantu dengan membekukan dana terkait, seperti Tether senilai US$1,57 miliar, Circle sebesar US$800 juta, dan Ripple sekitar US$200 juta.
Perusahaan World Liberty Financial yang terafiliasi dengan keluarga Donald Trump juga bekerja sama dengan BitGo untuk membekukan aset senilai US$27 juta dalam bentuk stablecoin dan token senilai US$2 juta.
Binance menjamin dana pengguna tetap aman selama proses pemeriksaan keamanan berlangsung.
Pihak manajemen telah menghentikan sementara aktivitas perdagangan di platform Binance Alpha sebagai langkah mitigasi.
CEO perusahaan intelijen blockchain Arkham, Miguel Morel, menyebut data menunjukkan miliaran dolar aset telah dicuri oleh pihak yang belum teridentifikasi.
Perusahaan analitik Chainalysis menilai kasus ini berpotensi menjadi salah satu pencurian aset kripto terbesar sepanjang sejarah.
Binance saat ini mengandalkan dana perlindungan Secure Asset Fund for Users (SAFU) yang disimpan dalam bentuk bitcoin untuk menjamin keamanan aset pengguna.
Laporan tahunan 2024 menunjukkan Binance mengelola aset sekitar US$160 miliar dari 335 juta pengguna terdaftar.
Di sisi lain, Binance.US dan Coinbase memastikan operasional mereka tidak terdampak oleh insiden keamanan tersebut.