Jakarta – TikTok Shop diproyeksikan mencatatkan nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Volume (GMV) global sebesar US$ 123,5 miliar atau setara dengan Rp 2.223 triliun sepanjang tahun 2026, dengan Amerika Serikat sebagai pasar utama mereka pada Jumat (7/8/2026).
Dilansir dari Katadata, laporan bertajuk TikTok Shop in the US First Half 2026 yang disusun oleh Momentum Works mencatat bahwa GMV global platform e-commerce asal Cina tersebut pada semester pertama tahun ini mencapai US$ 50,3 miliar atau Rp 905,4 triliun.
Pencapaian tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yakni sebesar 92% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Amerika Serikat kembali mengukuhkan posisinya sebagai pasar terbesar TikTok Shop secara global dengan estimasi GMV sebesar US$ 11,8 miliar atau setara dengan Rp 212,4 triliun pada semester pertama.
Angka tersebut mencatatkan peningkatan tajam sebesar 103% dibandingkan periode serupa di tahun lalu.
Pertumbuhan di pasar Amerika Serikat juga berlangsung secara konsisten dengan catatan GMV bulanan yang melampaui US$ 2 miliar atau Rp 36 triliun sejak Maret hingga Juni.
Partisipasi pelaku usaha di kawasan tersebut pun meningkat drastis, di mana jumlah toko dalam ekosistem TikTok Shop melonjak menjadi 1,35 juta dari sebelumnya 475.000 toko.
Jumlah influenser yang terlibat dalam ekosistem ini juga mengalami pertumbuhan pesat menjadi 20 juta orang dari angka sebelumnya yang berada di kisaran 15,3 juta orang.
Skala penjualan para pedagang di Amerika Serikat semakin besar, terlihat dari jumlah toko yang mampu mencetak GMV lebih dari US$ 1 juta atau Rp 18 miliar yang mencapai 5.700 unit.
Angka tersebut merepresentasikan peningkatan sebesar 7,6 kali lipat jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya.
Sebanyak 506 toko bahkan berhasil mencatatkan GMV lebih dari US$ 10 juta atau Rp 180 miliar, naik signifikan dari catatan tahun lalu yang hanya berjumlah 36 toko.
Dua entitas bisnis, yakni medicube US Store dan Dr.Melaxin, masing-masing telah menghasilkan GMV lebih dari US$ 100 juta atau Rp 1,8 triliun hanya dalam kurun waktu enam bulan pertama.
Perubahan pola transaksi juga terlihat nyata, di mana toko online kini menjadi sumber GMV terbesar dengan kontribusi mencapai 51,4%, meningkat dari 36% pada tahun lalu.
Kontribusi dari konten video terhadap total GMV justru mengalami penurunan menjadi 40,4% dari sebelumnya 50%.
Porsi transaksi melalui siaran langsung atau live streaming juga tercatat turun menjadi 8,2% dibandingkan kontribusi 14% pada periode sebelumnya.
Meskipun kontribusi langsung menurun, laporan tersebut tetap menekankan bahwa video masih memegang peranan vital sebagai pendorong utama penemuan produk oleh konsumen.
Persaingan di antara para penjual dan influenser kini menjadi semakin ketat seiring dengan besarnya pertumbuhan pasar.
Laporan Momentum Works menunjukkan bahwa harga rata-rata produk mengalami penurunan di 21 dari 27 kategori yang ada.
Penurunan harga paling tajam terjadi pada kategori Aksesori dan Turunan Perhiasan yang mencapai angka 57%.
Jumlah influenser yang mampu mencetak GMV di atas US$ 1 juta meningkat 76% menjadi 513 orang di sepanjang semester pertama.
Sebanyak delapan dari 10 influenser teratas berdasarkan GMV merupakan wajah baru dalam daftar peringkat, yang menunjukkan bahwa pendatang baru masih memiliki peluang besar untuk menembus pasar.
Siaran langsung tetap menjadi kanal utama bagi penjual papan atas, dengan delapan dari 10 influenser teratas sangat mengandalkan metode ini.
Merek perawatan pribadi pria bernama BASED memimpin daftar tersebut berkat sesi siaran langsung maraton yang berlangsung sekitar 120 jam per sesi.
Ekosistem TikTok Shop di Amerika Serikat dinilai telah bergerak melampaui fase uji coba menuju tahap yang lebih terstruktur dan disiplin.
Adopsi teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam pembuatan video dan siaran langsung diprediksi akan semakin menekan biaya produksi serta meningkatkan pasokan konten di masa depan.
Tren tersebut membuat platform ini lebih mudah diakses, namun di sisi lain menciptakan tantangan kompetisi yang semakin sulit untuk dimenangkan.
Jika proyeksi tersebut tercapai, tahun 2026 akan menjadi momen bersejarah bagi TikTok Shop karena untuk pertama kalinya GMV global mereka melampaui angka US$ 100 miliar.
Ringkasan
TikTok Shop diproyeksikan mencapai nilai transaksi bruto (GMV) global sebesar Rp 2.223 triliun pada tahun 2026, dengan Amerika Serikat menjadi pasar utama yang mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang semester pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan Momentum Works, GMV global TikTok Shop pada semester pertama 2026 mencapai Rp 905,4 triliun atau naik 92% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara pasar Amerika Serikat menyumbang Rp 212,4 triliun dengan lonjakan transaksi sebesar 103%.
Pertumbuhan pesat di Amerika Serikat didorong oleh peningkatan drastis jumlah toko yang mencapai 1,35 juta unit serta keterlibatan 20 juta influenser, di mana toko online kini menjadi kontributor GMV terbesar dengan porsi 51,4%.





