SMF Kucurkan Pembiayaan Perumahan Rp 141,61 Triliun Semester I 2026

Gedung kantor PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) di Jakarta
PT Sarana Multigriya Finansial telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebesar Rp 141,61 triliun hingga Juni 2026.

Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menyalurkan total pembiayaan perumahan sebesar Rp 141,61 triliun hingga periode Juni 2026 untuk mendukung akses kepemilikan hunian bagi masyarakat.

Dilansir dari Katadata, perusahaan menyalurkan dana sebesar Rp 14,09 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini guna membantu perbankan dan lembaga keuangan dalam menyediakan kredit pemilikan rumah (KPR).

Baca Juga

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menjelaskan bahwa kebutuhan pendanaan jangka panjang menjadi urgensi utama karena adanya ketidaksesuaian tenor antara dana masyarakat di bank dengan jangka waktu kredit rumah yang mencapai belasan hingga puluhan tahun.

“Pembiayaan perumahan memiliki karakteristik jangka panjang, sementara sumber pendanaan lembaga keuangan pada umumnya berjangka lebih pendek,” kata Ananta dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

Selain melalui skema pinjaman langsung, SMF turut menjaga likuiditas pasar melalui mekanisme sekuritisasi aset KPR yang memungkinkan bank mengubah portofolio kredit menjadi dana segar untuk penyaluran kredit baru.

Perusahaan mencatat telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi dengan nilai total mencapai Rp 14,21 triliun hingga pertengahan tahun ini.

SMF juga berperan aktif dalam skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) dengan porsi pendanaan sebesar 25 persen yang dikombinasikan bersama dana pemerintah.

Total penyertaan modal negara yang diterima SMF untuk mendukung program tersebut telah mencapai Rp 17,91 triliun.

Dana tersebut kemudian berhasil dikembangkan menjadi pembiayaan sebesar Rp 36,77 triliun yang telah membantu pengadaan sebanyak 962.650 unit rumah bagi masyarakat.

Ananta menilai bahwa skema integrasi dana tersebut membuat pemanfaatan anggaran pemerintah menjadi lebih optimal dalam memenuhi target pembangunan hunian.

Berdasarkan kajian internal, setiap investasi sebesar Rp 1 triliun di sektor perumahan berpotensi meningkatkan produk domestik bruto nasional sekitar Rp 1,83 triliun.

Investasi di sektor ini juga terbukti mampu menggerakkan setidaknya 185 sektor usaha turunan lainnya yang berdampak luas bagi perekonomian.

Kinerja keuangan SMF menunjukkan pertumbuhan positif dengan total aset mencapai Rp 68,29 triliun atau naik 21,79 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,70 triliun dengan perolehan laba bersih yang meningkat 33,9 persen menjadi Rp 391 miliar.

Manajemen SMF juga memastikan bahwa kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan yang konsisten berada di level 0 persen.

Ringkasan

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebesar Rp141,61 triliun hingga Juni 2026 untuk memperluas akses kepemilikan hunian masyarakat dan mengatasi ketidaksesuaian tenor pendanaan jangka panjang perbankan.

Sepanjang semester I 2026, SMF menyalurkan Rp14,09 triliun untuk mendukung penyediaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), serta memfasilitasi sekuritisasi aset senilai Rp14,21 triliun untuk menjaga likuiditas lembaga keuangan.

Selain mendukung program KPR FLPP dengan kontribusi 25 persen pendanaan, SMF mencatatkan kinerja keuangan positif dengan laba bersih Rp391 miliar dan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 0 persen.

Rekomendasi