Bisnistalk.com, – Jakarta – Komunitas jurnalisme digital Indonesia berduka atas berpulangnya Maryadi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
Kepergian Maryadi tidak hanya menyisakan duka bagi AMSI, tetapi juga bagi seluruh pelaku industri media nasional yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi tinggi dalam memperkuat ekosistem jurnalisme digital.
Ia merupakan figur sentral dalam perjalanan AMSI sejak organisasi tersebut didirikan.
Sebelum mengemban amanah sebagai sekretaris jenderal, Maryadi aktif berkontribusi sebagai bendahara umum AMSI selama periode 2017-2023.
Peran aktifnya di AMSI meliputi penguatan struktur organisasi, pendampingan terhadap anggota, serta advokasi untuk mewujudkan lingkungan media digital yang sehat dan profesional.
Kontribusinya turut membangun fondasi kelembagaan, tata kelola, dan berbagai program strategis organisasi.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyoroti pemahaman mendalam Maryadi akan pentingnya kesehatan perusahaan media sebagai penopang jurnalisme berkualitas.
“Ia bukan hanya seorang pengurus, tetapi juga rekan seperjuangan yang memahami bahwa jurnalisme berkualitas hanya dapat tumbuh apabila ditopang oleh perusahaan media yang sehat dan independen,” ujar Wahyu dalam pernyataan resminya, Jumat (3/7).
Wahyu menambahkan, kehilangan Maryadi merupakan pukulan berat bagi AMSI.
“Atas nama Pengurus Nasional dan seluruh anggota AMSI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan seluruh amal pengabdiannya menjadi pahala yang terus mengalir,” tuturnya.
Maryadi menapaki karier di industri media selama lebih dari dua dekade.
Perjalanannya dimulai sebagai jurnalis di Harian Suaka Pontianak pada tahun 1999.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai stringer untuk Associated Press dari tahun 2000 hingga 2006.
Pada periode yang sama, Maryadi bergabung dengan detik.com, menempati posisi editor dan project leader hingga tahun 2008.
Tahun 2008 menandai babak baru kariernya di VIVA Network.
Selama lebih dari satu dekade, hingga tahun 2021, ia dipercaya memimpin redaksi jaringan media tersebut sebagai pemimpin redaksi.
Pengalaman panjang ini membentuk reputasinya sebagai jurnalis dan pemimpin media yang menguasai seluk-beluk ruang redaksi serta dinamika industri media digital.
Setelah mendalami aspek editorial, Maryadi melebarkan sayapnya ke ranah bisnis media.
Ia pernah memegang posisi direktur di Katadata Media Network.
Kemudian, ia melanjutkan kariernya di Nusantara TV dan Kabar Bursa.
Jabatan terakhir yang diembannya adalah sebagai Direktur Bisnis Tutur Media Digital.
Di luar kesibukannya di dunia profesional, Maryadi tetap aktif dalam pengembangan organisasi media melalui AMSI.
Melalui berbagai posisi kepengurusan, ia konsisten berupaya memperkuat kelembagaan organisasi sekaligus mendorong terciptanya ekosistem bisnis media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Maryadi dikenang sebagai sosok yang berhasil menjembatani dunia jurnalistik dan bisnis media.
Pengalamannya yang luas, mulai dari reporter, editor, pemimpin redaksi, hingga eksekutif bisnis, mencerminkan dedikasinya yang utuh bagi kemajuan industri media di Indonesia.





