Jakarta, Bisnistalk.com – Elon Musk kembali kehilangan status sebagai triliuner dunia setelah nilai saham SpaceX dan Tesla sama-sama tertekan dalam perdagangan terbaru.
Pada Rabu (24/6/2026) kemarin, kekayaan bersih bos teknologi itu turun kembali di bawah ambang 1 triliun dolar AS, menegaskan betapa besar pengaruh pergerakan saham terhadap total hartanya.
Data Forbes yang dikutip The Guardian mencatat, kekayaan Musk berada di level 970,2 miliar dolar AS saat perdagangan saham ditutup pukul 16.00 waktu setempat.
Namun, pada sore hari waktu WIB, nilainya kembali menyusut menjadi 951,8 miliar dolar AS. Angka itu turun dari posisi yang sempat melampaui tonggak 1 triliun dolar AS beberapa waktu lalu.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa lonjakan kekayaan Musk sangat bergantung pada kinerja saham perusahaan yang ia miliki.
Sebagian besar hartanya tidak berbentuk uang tunai, melainkan kepemilikan saham dan ekuitas, sehingga setiap gejolak pasar langsung tercermin pada nilai kekayaannya.

Musk sebelumnya menembus level itu pada 12 Juni 2026 setelah penawaran umum perdana SpaceX mencatat pencapaian besar. Debut perusahaan yang bergerak di bidang roket, satelit, dan kecerdasan buatan itu sempat mengangkat kekayaan Musk hingga 1,1 triliun dolar AS.
Dalam IPO tersebut, SpaceX menghimpun dana 75 miliar dolar AS. Harga saham perusahaan juga melonjak 19 persen dari 135 dolar AS menjadi 154,35 dolar AS dalam 24 jam pertama perdagangan. Kenaikan cepat itu menjadi salah satu pemicu utama lonjakan nilai kekayaan Musk ke level yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Laporan The Independent menyebut kapitalisasi pasar SpaceX kini turun menjadi sedikit di atas 2 triliun dolar AS. Padahal, setelah melantai di bursa, valuasi perusahaan itu sempat mendekati 3 triliun dolar AS. Artinya, penurunan terbaru menghapus hampir 1 triliun dolar AS dari nilai pasar perusahaan tersebut.
Pelemahan saham SpaceX dan Tesla terjadi di tengah aksi jual global yang meluas sepanjang pekan. Investor tengah mencermati kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, sekaligus kekhawatiran atas gelembung AI di sektor teknologi.
Tekanan serupa tidak hanya dialami perusahaan milik Musk. Sejumlah raksasa teknologi lain, termasuk induk Google, Alphabet, dan produsen chip Samsung, juga terdampak sentimen pasar yang negatif. Dalam kondisi itu, saham Tesla ikut turun 5,8 persen pada Senin (22/6/2026).
Kepala Analisis Keuangan di AJ Bell, Danni Hewson, mengatakan SpaceX sempat berada dalam posisi sangat kuat setelah IPO bersejarah dan reli harga saham yang mengikutinya.
Dia menilai kondisi itu berubah cepat ketika pasar mulai bergejolak.
“Tetapi perusahaan itu kembali membumi dengan guncangan selama beberapa hari terakhir, dengan saham yang sempat jatuh di bawah harga pembukaan saat debut pasarnya,” ujar Hewson, dikutip The Independent.
Meski kekayaannya menyusut, posisi Musk sebagai orang terkaya di dunia belum tergeser.
Data Bloomberg Billionaires Index masih menempatkannya jauh di atas para pesaing terdekatnya, termasuk pendiri Google Larry Page dengan kekayaan sekitar 284 miliar dolar AS.
Di bawah Larry Page, terdapat Sergey Brin dan pendiri Amazon Jeff Bezos. Selisih kekayaan Musk dengan para pesaingnya masih sangat lebar, sehingga penurunan terbaru belum cukup untuk menggoyahkan posisinya di puncak daftar orang terkaya dunia.
Sejak Januari, total kekayaan Musk justru masih bertambah 338 miliar dolar AS. Kenaikan itu bahkan lebih besar dibandingkan seluruh kekayaan yang saat ini dimiliki Larry Page.





