PAM JAYA Perketat K3 di Proyek Jaringan Air

Jakarta – PAM JAYA menegaskan penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi fokus utama di tengah percepatan pembangunan infrastruktur jaringan air bersih. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pekerja tetap terlindungi, sekaligus menjaga layanan air kepada pelanggan tetap aman dan berkelanjutan.

Direktur Strategi dan Bisnis PAM JAYA, Anugrah Esa, mengatakan pengalaman sejumlah kejadian di lapangan menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar memiliki kepedulian dan disiplin yang sama dalam menerapkan K3. Menurut dia, keselamatan kerja harus hadir sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.

Baca Juga

“Keselamatan kerja harus dijalankan secara konsisten di setiap aspek pekerjaan,” ujar Esa.

Untuk memperkuat komitmen itu, PAM JAYA menggelar Sosialisasi dan komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dihadiri Komisaris Utama PAM JAYA Prasetyo Marsudi, jajaran direksi, serta perusahaan mitra yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi dan operasional. Kegiatan ini menjadi forum penyamaan persepsi sekaligus peneguhan komitmen agar penerapan K3 berjalan konsisten.

Dalam kegiatan tersebut,peserta juga mendapat sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja. PAM JAYA menilai perlindungan itu diperlukan agar tenaga kerja di lapangan memiliki jaminan keamanan saat menghadapi berbagai risiko pekerjaan.

esa menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan PAM JAYA untuk mengejar target 100 persen cakupan layanan perpipaan pada 2029 menghadirkan tantangan tersendiri.sebab, sebagian jaringan pipa yang dikelola perusahaan itu telah berusia lebih dari satu abad.

Karena itu, kata dia, K3 tidak boleh dipandang hanya sebagai prosedur kerja. “K3 harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten demi melindungi pekerja, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berlangsung,” ujarnya.

Direktur Teknik PAM JAYA,Akhmad Santika,menyebut perusahaan akan membangun sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru dalam beberapa tahun ke depan. Panjang jaringan itu akan melengkapi sistem perpipaan yang saat ini telah mencapai sekitar 13.000 kilometer.

Menurut Santika, skala pembangunan yang besar harus diiringi pengawasan yang lebih ketat terhadap penerapan K3 di lapangan. “pekerjaan pembangunan jaringan ke depan akan semakin masif. Karena itu, implementasi SOP K3 harus menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan,” katanya.

Ia menambahkan,PAM JAYA juga tengah menyiapkan sistem pemantauan pekerjaan lapangan untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mitra. Ke depan, identitas mitra akan dicantumkan pada standar PPDU maupun barrier di setiap lokasi pekerjaan agar akuntabilitas lebih jelas.“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga seluruh mitra harus memiliki kepedulian yang sama terhadap penerapan K3 tanpa terkecuali,” ujar Santika.

Sementara itu, Komisaris Utama PAM JAYA, Prasetyo Marsudi, mengingatkan mitra kerja agar memiliki komitmen yang sama dalam mengutamakan keselamatan. Ia menegaskan, bekerja bersama PAM JAYA berarti ikut menjaga kepentingan pelanggan.“Oleh sebab itu, setiap pekerjaan harus dilaksanakan secara aman, tertib, bertanggung jawab, serta mengedepankan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang telah ditetapkan,” kata Prasetyo.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh perusahaan mitra sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk menjadikan penerapan K3 sebagai bagian dari budaya kerja di setiap proyek. Melalui kolaborasi yang kuat antara perusahaan dan mitra kerja,PAM JAYA berharap target zero accident dapat terus diwujudkan di seluruh lini pekerjaan.

Rekomendasi