Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masih menghadapi gangguan pasokan listrik yang menyebabkan pemadaman bergilir di berbagai wilayah hingga Kamis (6/8/2026).
Dilansir dari Katadata, masalah kelistrikan ini telah dirasakan warga sejak bulan lalu akibat adanya gangguan pada sejumlah unit pembangkit di sistem interkoneksi regional tersebut.
Anidya Laras, seorang warga Rantau, mengungkapkan bahwa pemadaman di lingkungannya terjadi secara acak dengan durasi yang tidak menentu.
Dia menyebutkan bahwa aktivitas rumah tangga dan pekerjaannya terganggu karena fasilitas genset di kantornya tidak mampu menopang seluruh peralatan listrik secara maksimal.
Kondisi serupa dialami oleh Titik Lisdawati yang mencatat bahwa dalam seminggu terdapat empat hari pemadaman dengan durasi mencapai 4 jam.
Warga lainnya, Desy Suseno yang tinggal di Parenggean, Kotawaringin Timur, menyatakan bahwa pengumuman resmi dari PLN seringkali tidak sesuai dengan realitas pemadaman di lapangan.
Gangguan pasokan listrik ini dipicu oleh kerusakan pada PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit milik Independent Power Producer.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
PLN memastikan bahwa pemulihan di Tanjung Power Indonesia telah rampung, sementara perbaikan di SKS Listrik Kalimantan ditargetkan selesai pada hari ini.
Pemeliharaan menyeluruh pada PLTU Asam-Asam sendiri dijadwalkan akan tuntas pada akhir bulan Agustus mendatang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan langkah cepat untuk menangani masalah ini.
Pemerintah mengakui bahwa pemadaman listrik di Kalimantan terjadi akibat kurangnya kegiatan pemeliharaan rutin pada sejumlah fasilitas kelistrikan serta adanya gangguan pada jaringan induk.
Selain kendala teknis, terdapat beberapa poin penting terkait situasi kelistrikan di wilayah tersebut:
- Pemerintah menargetkan gangguan pasokan listrik dapat segera teratasi dalam waktu dekat melalui koordinasi intensif dengan pihak PLN.
- PLN mengerahkan personel terbaik untuk mempercepat pekerjaan perbaikan di seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan.
- Masyarakat berharap pemerintah lebih memperhatikan dampak sosial dan ekonomi dari pemadaman listrik yang berkepanjangan ini.
Ringkasan
Warga di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masih terdampak pemadaman listrik bergilir hingga Kamis (6/8/2026) akibat gangguan teknis pada sejumlah unit pembangkit di sistem interkoneksi regional.
Gangguan pasokan listrik ini dipicu oleh kerusakan pada PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada pembangkit milik Independent Power Producer, yang menyebabkan aktivitas ekonomi dan rumah tangga warga terganggu.
Pihak PLN saat ini tengah mempercepat proses perbaikan di berbagai unit pembangkit, sementara pemerintah melalui Kementerian ESDM memastikan telah menginstruksikan langkah cepat untuk menuntaskan masalah tersebut demi memulihkan stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat.
