IHSG Sesi Pertama Lesu, Investor Asing Jual Saham Besar

Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada layar monitor perdagangan saham.
IHSG bergerak stagnan pada perdagangan sesi pertama, Kamis (6/8/2026), di tengah aksi jual investor asing.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sangat terbatas dan ditutup hampir stagnan dengan kenaikan tipis 0,198 poin ke level 6.351 pada perdagangan sesi pertama, Kamis (6/8/2026).

Dilansir dari Katadata, pergerakan pasar yang cenderung mendatar ini dipengaruhi oleh aksi jual investor asing yang mencatatkan nilai bersih sebesar Rp 339,05 miliar hingga jeda siang.

Baca Juga

Secara rinci, total nilai beli asing mencapai Rp 2,36 triliun, sementara nilai jual asing yang dilakukan oleh investor mancanegara menyentuh angka Rp 2,70 triliun.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, nilai transaksi saham secara keseluruhan hingga siang hari ini telah mencapai Rp 10,36 triliun.

Aktivitas perdagangan tersebut melibatkan volume transaksi sebanyak 34,72 miliar saham dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 1,63 juta kali.

Total kapitalisasi pasar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sesi pertama ini berada di posisi Rp 11.113 triliun.

Dalam dinamika sektoral, terdapat enam dari sebelas sektor yang berhasil mencatatkan penguatan di tengah kondisi pasar yang bervariasi.

Sektor bahan baku menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,04% di antara sektor lainnya.

Salah satu emiten di sektor tersebut, yakni PT Blue Bird Tbk, terpantau menguat 0,31% dan ditutup pada harga Rp 1.620 per lembar saham.

Kondisi bursa saham di kawasan Asia sendiri menunjukkan arah yang beragam sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Indeks Nikkei di Jepang tercatat mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 0,81%, sementara Hang Seng di Hong Kong tergelincir lebih dalam sebesar 1,78%.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite di Tiongkok mampu tumbuh tipis 0,06% dan Straits Times di Singapura menguat sebesar 0,94%.

Terdapat sejumlah emiten yang menempati daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers pada perdagangan sesi pertama ini.

  • PT Tempo Intimedia Tbk mengalami lonjakan harga sebesar 26,77% sehingga ditutup pada level Rp 161.
  • PT Intermedia Capital Tbk mencatatkan kenaikan sebesar 22,22% dengan harga saham mencapai Rp 264.
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk berhasil menguat 4,95% dan berakhir di harga Rp 1.060.

Selain daftar saham yang menguat, terdapat pula sejumlah emiten yang masuk dalam jajaran saham dengan koreksi terdalam atau top losers.

  • PT Bach Multi Global Tbk terkoreksi cukup dalam sebesar 14,86% ke harga Rp 630 per saham.
  • PT MD Entertainment Tbk mengalami penurunan nilai sebesar 4,46% menjadi Rp 965.
  • PT Indospring Tbk melemah 3,50% dan harus puas ditutup pada harga Rp 276.

Secara keseluruhan, terdapat 274 saham yang berhasil menguat, sementara 333 saham lainnya mengalami tekanan koreksi dan 184 saham sisanya tidak bergerak dari posisi harga sebelumnya.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan dengan kenaikan tipis 0,198 poin ke level 6.351 pada perdagangan sesi pertama, Kamis (6/8/2026), akibat tertekan oleh aksi jual investor asing.

Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 339,05 miliar, dengan total nilai jual mencapai Rp 2,70 triliun dari total nilai transaksi pasar sebesar Rp 10,36 triliun.

Kondisi pasar yang bergerak terbatas ini terjadi di tengah dinamika bursa Asia yang beragam, di mana sektor bahan baku memimpin penguatan domestik sebesar 1,04% meski secara keseluruhan terdapat 333 saham yang mengalami koreksi.

Rekomendasi