Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan harga bahan bakar minyak jenis Pertalite tetap stabil dan tidak akan mengalami kenaikan hingga Desember 2026 sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global pada Kamis (6/8/2026).
Dilansir dari Katadata, pemerintah memutuskan untuk mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen peredam kejut guna menahan gejolak harga energi dunia.
“Arahan Bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya di mana APBN sebagai shock absorber,” kata Airlangga.
Kebijakan strategis berupa implementasi program biodiesel B50 menjadi salah satu pilar utama pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Penerapan teknologi campuran bahan bakar nabati ini diharapkan mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor solar secara signifikan.
“Dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor solar dan sebetulnya dengan harga sekarang juga relatif pemanfaatan subsidi relatif kecil untuk B50,” kata Airlangga.
Pemerintah telah melakukan kalkulasi fiskal yang matang agar ketersediaan Pertalite tetap terjaga dengan harga yang terjangkau bagi publik.
“Untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember 2026 aman, jadi ini sudah masuk dalam buffer,” kata Airlangga.
Selain berfokus pada stabilitas harga energi, otoritas ekonomi nasional juga terus memantau dinamika pasar untuk mengantisipasi dampak negatif dari situasi geopolitik internasional.
APBN akan terus difungsikan sebagai instrumen penyangga utama agar gejolak eksternal tidak memberikan beban berlebih terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Pemerintah menyatakan sikap optimistis bahwa momentum pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus dipertahankan hingga penghujung tahun ini.
Target pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai sektor vital seperti investasi, belanja pemerintah, serta konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga.
Kinerja sektor perdagangan luar negeri melalui ekspor dan impor juga diproyeksikan akan menunjukkan tren perbaikan yang lebih konsisten pada semester II tahun ini.
Langkah-langkah antisipatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk menjaga resiliensi ekonomi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Dengan adanya jaminan harga ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari tanpa perlu khawatir akan lonjakan biaya energi dalam waktu dekat.
Ringkasan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan harga BBM jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga Desember 2026 demi menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini disampaikan di Jakarta pada Kamis (6/8/2026) sebagai langkah strategis pemerintah dalam merespons gejolak harga energi dunia.
Pemerintah akan mengoptimalkan APBN sebagai shock absorber atau instrumen peredam kejut untuk menahan beban harga energi. Selain itu, pemerintah juga mendorong implementasi program biodiesel B50 guna menekan ketergantungan terhadap impor solar dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah antisipatif ini diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik dari dampak dinamika geopolitik internasional, khususnya konflik di Selat Hormuz. Dengan jaminan harga tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional yang didorong oleh sektor investasi dan konsumsi rumah tangga dapat tetap terjaga hingga akhir tahun.





