IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham INDY Hingga INET

Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (22/7/2026) yang didorong oleh sentimen positif pasar serta optimisme investor terhadap kinerja emiten domestik.

Dilansir dari Katadata, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa indeks memiliki potensi untuk terus bergerak naik meskipun masih terdapat volatilitas dari faktor eksternal.

Baca Juga

“Meski volatilitas masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan BI,” kata Nafan.

Posisi teknikal saat ini menunjukkan level support berada pada rentang 6.261 hingga 6.137, sementara level resistance dipetakan di angka 6.416 dan 6.546.

Dinamika pasar global saat ini masih diwarnai oleh ketegangan di Timur Tengah serta kebijakan tarif baru Amerika Serikat yang menjadi risiko tersendiri bagi investor.

Namun, tekanan tersebut dinilai tertutupi oleh sentimen positif dari pemulihan saham teknologi di Bursa Wall Street serta tingginya harga minyak Brent yang bertahan di atas US$ 90 per barel.

Kondisi ini menciptakan efek risk-on bagi bursa regional Asia dan diproyeksikan memberikan dorongan bagi penguatan IHSG di dalam negeri.

Faktor lain yang menjadi katalis adalah rotasi arus modal asing yang kembali masuk ke pasar Indonesia setelah valuasi saham domestik dianggap semakin atraktif pasca-koreksi.

Data menunjukkan bahwa IHSG telah mencatatkan penguatan lebih dari 10% sepanjang bulan Juli yang sekaligus memicu kembali minat dari investor institusi asing.

Optimisme pasar juga didukung oleh ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan melakukan penyesuaian suku bunga acuan sebesar 25 basis poin guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Peningkatan transparansi pasar melalui indikator High Shareholding Concentration serta metodologi baru dari MSCI turut memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.

Sektor perbankan, infrastruktur, dan komoditas diprediksi menjadi penggerak utama dalam akumulasi beli yang dilakukan oleh investor asing.

Selain itu, musim laporan keuangan semester pertama tahun ini diharapkan menjadi tambahan tenaga bagi pergerakan indeks jika emiten mampu mencatatkan kinerja melampaui ekspektasi.

Untuk strategi perdagangan hari ini, analis merekomendasikan beberapa saham pilihan bagi para pelaku pasar.

Rekomendasi saham tersebut mencakup PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan target harga hingga Rp 3.330, PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) dengan target hingga Rp 680, serta PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dengan target hingga Rp 270.

Di sisi lain, riset dari BRI Danareksa Sekuritas mengonfirmasi peluang kenaikan indeks dengan batas support di level 6.220-6.250 dan resistance di level 6.360-6.400.

“Momentum bullish masih terjaga namun setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir, potensi profit taking jangka pendek tetap perlu diwaspadai,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.

Broker tersebut turut menambahkan daftar saham yang layak dicermati, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (22/7/2026) karena didorong oleh sentimen positif pasar dan optimisme investor terhadap kinerja emiten domestik.

Analis memproyeksikan indeks akan bergerak menguat di tengah sentimen positif global, seperti kenaikan harga minyak Brent dan pemulihan saham teknologi di Wall Street, meskipun tetap mewaspadai volatilitas dari faktor geopolitik dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Sebagai strategi perdagangan, analis merekomendasikan sejumlah saham pilihan, di antaranya INDY dengan target harga Rp 3.330, ESSA (Rp 680), INET (Rp 270), serta saham lain seperti BRMS dan RAJA, sembari mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati terhadap potensi aksi ambil untung jangka pendek.

Rekomendasi