Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (3/8/2026) di tengah optimisme pasar terhadap momentum teknikal yang masih terjaga.
Dilansir dari Katadata, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menyatakan bahwa indeks saat ini bergerak menuju rentang gap di area 6.268 hingga 6.306 setelah berhasil menembus level resisten minor di 6.199.
Momentum positif tersebut diyakini akan bertahan selama indeks mampu mempertahankan posisinya di atas level support minor pada angka 6.138.
Indikator MACD yang menunjukkan adanya momentum bullish menjadi sinyal pendukung bagi pergerakan indeks di awal pekan ini, kata Ivan dalam risetnya.
Level support IHSG diproyeksikan berada pada angka 6.138, 6.020, dan 5.887, sementara level resistance berada di 6.291, 6.392, serta 6.545.
Secara teknikal, support merupakan titik terendah yang memicu aksi beli, sedangkan resistance berfungsi sebagai titik tertinggi yang sering kali memicu aksi jual oleh pelaku pasar.
Untuk perdagangan hari ini, terdapat sejumlah saham yang menjadi perhatian para analis untuk dicermati oleh investor:
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan target harga Rp 1.545.
- PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 5.200.
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan target harga Rp 500.
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 7.200.
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan target harga Rp 1.580.
Selain daftar tersebut, tim riset BRI Danareksa turut memberikan rekomendasi pada saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Tim riset BRI Danareksa menilai bahwa secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan selama bertahan di atas support 6.180–6.200 dengan target menguji resistance 6.300–6.380.
Momentum bullish masih terjaga, meski volatilitas diperkirakan meningkat menjelang rilis data ekonomi utama pekan ini, tulis tim riset BRI Danareksa.
Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati kelanjutan laporan keuangan semester pertama 2026 serta rilis data ekonomi krusial seperti PMI Manufaktur dan inflasi.
Data neraca perdagangan, cadangan devisa, PDB Indonesia, hingga Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat juga akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed ke depan.
Secara historis, bulan Agustus cenderung menjadi periode yang positif bagi IHSG dengan probabilitas penguatan mencapai 90% dalam satu dekade terakhir.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (3/8/2026) karena didorong oleh momentum teknikal yang positif dan optimisme pasar. Analis merekomendasikan sejumlah saham potensial, termasuk ADMR, ASII, hingga UNVR, di tengah ekspektasi indeks akan bergerak menuju rentang 6.268 hingga 6.306.
Kondisi bullish IHSG didukung oleh indikator MACD dan posisi indeks yang berada di atas level support minor 6.138. Para analis menekankan pentingnya menjaga level support tersebut agar tren penguatan tetap terjaga di tengah potensi peningkatan volatilitas pasar menjelang rilis data ekonomi utama pekan ini.
Selain sentimen teknikal, pelaku pasar kini mencermati laporan keuangan semester pertama 2026 serta data ekonomi krusial seperti PMI Manufaktur, inflasi, dan kebijakan The Fed. Secara historis, bulan Agustus mencatatkan probabilitas penguatan IHSG hingga 90% dalam satu dekade terakhir.





