Jakarta – Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada 27-28 Juni 2026 tidak hanya menjadi pesta warga, tetapi juga memperlihatkan arah baru perayaan ibu kota: ruang publik dibuka lebih luas untuk mendorong kenyamanan, kebersamaan, dan perputaran ekonomi. Ribuan orang memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Jalan M.H. Thamrin untuk menyaksikan pertunjukan seni, budaya, musik, olahraga, hingga aktivasi komunitas yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Dengan mengusung tema keberagaman dan kebersamaan, perayaan tahun ini diposisikan sebagai momentum penting menuju usia lima abad Jakarta pada 2027. Sejumlah komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, dan warga umum terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang menghidupkan pusat kota sekaligus menjadikannya panggung ekspresi bersama.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa rangkaian acara HUT Jakarta memang dirancang agar masyarakat bisa menikmati kota dengan nyaman, sekaligus memberi dampak ekonomi yang nyata. Ia menekankan, orientasi pembangunan Jakarta tidak semata pada fisik, melainkan pada kualitas pengalaman warga di ruang publik.
“Berbagai kegiatan di Jakarta diharapkan berlangsung dengan baik dan menimbulkan efek ekonomi yang baik juga. Yang paling utama untuk Jakarta bukan membangun fisiknya, tetapi memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Termasuk pertunjukan malam hari ini semata-mata untuk menghibur rakyat Jakarta bersama-sama,” ujar Pramono dalam gelaran acara Perayaan HUT Jakarta di Bundaran HI, Sabtu (27/6).
Pramono juga melihat tingginya antusiasme masyarakat dari luar Jakarta sebagai tanda bahwa perayaan ini memiliki daya tarik yang lebih luas. Ia mengatakan, saat menyapa langsung pengunjung, ia menemukan banyak warga memanfaatkan fasilitas transportasi yang disediakan selama rangkaian acara berlangsung.
“Ada yang dari Kalimantan, Sumatera, Medan, Bogor, sampai Bandung. Mereka memanfaatkan transportasi yang gratis di Jakarta. Itulah yang memang menjadi harapan kita,” katanya.
Pada puncak acara Jakarta Penuh Warna, Minggu (28/6), Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa HUT ke-499 menjadi langkah awal menyambut Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Menurut dia, tema keberagaman dan kebersamaan mencerminkan semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun kota.
“Alhamdulillah, perayaan ulang tahun Jakarta ke-499 menjadi awal kita menyambut Jakarta berusia lima abad. Karena itu, lambang Jakarta lima abad adalah lima jari. Hari ini, semangat itu kembali terasa melalui pertunjukan budaya, olahraga, musik, dan kreativitas masyarakat dalam perayaan Jakarta Penuh Warna di jantung kota,” ujarnya.
Rano juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan dan ketertiban di ruang publik. Ia menilai, selama rangkaian perayaan berlangsung, masyarakat mulai menunjukkan kesadaran yang lebih baik, termasuk saat menggunakan transportasi umum dan mengantre dengan tertib.
“Mudah-mudahan di usia ke-499, warga Jakarta semakin dewasa. Saya melihat masyarakat sudah semakin tertib, bahkan saat mengantre di MRT. Kesadaran masyarakat mulai tumbuh, dan itu menjadi kebahagiaan bagi kami,” katanya.
Selain itu, Rano menyebut Pemprov DKI terus mendorong edukasi pengelolaan sampah melalui kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Kebijakan ini akan diperkuat dengan pembangunan fasilitas pengolahan sampah di sejumlah wilayah agar sistem pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun budaya baru, yaitu memilah sampah dari sumbernya. Jika itu menjadi kebiasaan masyarakat, pengelolaan sampah Jakarta akan jauh lebih efektif. Yang paling penting adalah menjaga Jakarta. Itulah inti pesan kami kepada seluruh masyarakat,” tegasnya.
Selama akhir pekan, warga disuguhi beragam pertunjukan yang meriah. Di antaranya pawai balon raksasa, kolaborasi gambang kromong dan balet, tari massal nusantara, teater urban bertema perjalanan Jakarta menuju lima abad, hingga aksi kolaboratif memilah sampah dan pembuatan instalasi bertajuk Dari Kardus Jadi Karya.
Kehadiran berbagai komunitas seni dan budaya itu menjadi bentuk apresiasi Pemprov DKI terhadap kreativitas warga. Sekaligus, rangkaian tersebut memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berbudaya, dengan ruang publik yang terbuka bagi partisipasi masyarakat luas.
Di sisi lain, warga juga memanfaatkan fasilitas yang disediakan selama perayaan HUT Jakarta. Pemprov DKI menghadirkan layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta dengan tarif Rp1. Selain itu, sejumlah destinasi wisata, museum, dan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah dibuka gratis sebagai hadiah ulang tahun bagi warga.
Pramono menilai perayaan HUT Jakarta tidak berhenti pada hiburan semata. Menurut dia, kegiatan ini juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi kota, karena mampu menarik wisatawan, menghidupkan pelaku usaha, dan memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi berbagai agenda nasional maupun internasional.
Ia menambahkan, arah pembangunan Jakarta ke depan tetap berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program yang dijalankan mencakup penataan utilitas bawah tanah, penyediaan air bersih, pengembangan konektivitas transportasi, hingga revitalisasi ruang publik sebagai bagian dari persiapan menuju Jakarta lima abad.
“Kalau ditanya apa yang paling penting untuk Jakarta, satu kata jawabannya: membuat nyaman. Orang hidupnya lebih nyaman, lebih mudah, tersambung, dan terhubung,” ujarnya.





