Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 607,49 miliar pada semester pertama 2026 yang menandai pembalikan signifikan dari kerugian pada periode yang sama tahun lalu.
Dilansir dari Katadata, laporan keuangan perusahaan menunjukkan bahwa pencapaian laba tersebut didorong oleh lonjakan pendapatan sebesar 28,4% secara tahunan menjadi Rp 10,9 triliun per Juni 2026.
Segmen on-demand services atau Gojek memberikan kontribusi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 464 miliar dengan dukungan pendapatan bersih mencapai Rp 3,6 triliun.
Kinerja operasional mencatat pertumbuhan jumlah pesanan sebesar 3% secara tahunan serta kenaikan nilai transaksi bruto sebesar Rp 16,7 triliun.
Margin pada segmen pengiriman tercatat naik menjadi 2,1% sementara margin untuk segmen mobilitas meningkat menjadi 5,0% dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Perusahaan menyatakan bahwa peningkatan jumlah pengguna dengan tingkat pengeluaran sangat tinggi sebesar 21% menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja.
Strategi pasar massal kini mulai membuahkan hasil seiring dengan langkah perusahaan yang mulai mengalihkan fokus pada produk yang lebih terjangkau dengan frekuensi penggunaan tinggi.
Segmen fintech melalui GoPay mencatatkan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 481 miliar atau melesat 447% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan bersih dari layanan keuangan tersebut juga mengalami peningkatan sebesar 53% dengan nilai mencapai lebih dari Rp 2,0 triliun.
Jumlah pengguna aktif bulanan pada ekosistem keuangan ini mencapai 28,8 juta orang yang mencerminkan kenaikan sebesar 29% secara tahunan.
Volume transaksi pada sektor fintech tercatat tumbuh 91% menjadi 2,4 miliar transaksi sepanjang periode berjalan.
Nilai transaksi bruto inti di luar layanan pembayaran pedagang terpantau melonjak hingga Rp 157 triliun.
Portofolio kredit perusahaan menunjukkan pertumbuhan nilai buku pinjaman sebesar 58% menjadi Rp 11 triliun dengan tingkat rasio kredit bermasalah yang tetap terjaga stabil.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa perusahaan berhasil membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.
Pencapaian EBITDA Grup yang disesuaikan juga mencatatkan rekor baru dengan melampaui angka Rp 1 triliun untuk pertama kalinya, kata Hans pada Rabu (29/7/2026).
Bisnis fintech kini menunjukkan kinerja yang unggul dengan tingkat profitabilitas yang melampaui bisnis on-demand services untuk pertama kalinya, ujar Hans.
Perusahaan mulai menerapkan struktur komisi baru sejak 1 Juli 2026 sesuai dengan regulasi Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.
Kebijakan tersebut berlaku untuk layanan transportasi roda dua yang menyumbang sekitar 7% terhadap total pendapatan bersih grup.
Dampak dari penyesuaian komisi tersebut diperkirakan baru akan tercermin secara menyeluruh pada laporan keuangan kuartal ketiga tahun ini.
Manajemen tetap mempertahankan panduan EBITDA Grup yang disesuaikan untuk sepanjang tahun 2026 pada kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya, ucap Hans.
Ringkasan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 607,49 miliar pada semester pertama 2026, sebuah pembalikan signifikan dari kerugian pada periode yang sama tahun lalu. Keberhasilan ini didorong oleh lonjakan pendapatan sebesar 28,4% menjadi Rp 10,9 triliun yang didukung oleh pertumbuhan kuat pada segmen layanan on-demand dan fintech.
Kinerja positif ini ditopang oleh segmen fintech GoPay yang mencatatkan EBITDA disesuaikan sebesar Rp 481 miliar atau melonjak 447% secara tahunan, serta segmen on-demand services yang menyumbang EBITDA disesuaikan Rp 464 miliar. Secara keseluruhan, EBITDA Grup yang disesuaikan berhasil menembus angka Rp 1 triliun untuk pertama kalinya, mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam menyasar produk terjangkau bagi pengguna dengan pengeluaran tinggi.
Ke depan, manajemen GoTo optimistis mempertahankan target EBITDA disesuaikan sepanjang tahun 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Meskipun perusahaan mulai menerapkan struktur komisi baru untuk layanan transportasi roda dua per Juli 2026 sesuai regulasi pemerintah, manajemen meyakini dapat mengelola dampaknya terhadap kinerja operasional perusahaan.





