Jakarta – PT Bukalapak Tbk (BUKA) kini resmi mengalihkan fokus bisnis utamanya ke sektor industri gim setelah melakukan transformasi besar-besaran yang membuahkan kontribusi pendapatan mencapai hampir 90% pada Kamis (23/7/2026).
Dilansir dari Katadata, Direktur Bukalapak Victor Lesmana menjelaskan bahwa perusahaan telah menempuh jalur restrukturisasi sejak tahun 2024 untuk memperbaiki kinerja keuangan.
Langkah strategis tersebut diwujudkan dengan menutup layanan marketplace produk fisik pada awal 2025 karena dianggap tidak lagi memberikan keuntungan signifikan.
“Marketplace fisik kontribusinya di bawah 3% sehingga diputuskan untuk ditutup,” kata Victor Lesmana.
Ia menambahkan bahwa meskipun kontribusi pendapatan dari segmen tersebut sangat minim, unit bisnis itu justru menjadi beban kerugian paling besar bagi perusahaan.
Setelah menutup lini e-commerce fisik, Bukalapak kini memusatkan operasionalnya pada empat pilar utama yaitu Mitra Bukalapak, investasi melalui Bmoney, sektor retail, dan bisnis gaming di bawah naungan Multi Realm Games.
Segmen bisnis gaming menunjukkan performa yang sangat impresif dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,09 triliun hingga kuartal I 2026.
Pertumbuhan pendapatan di sektor ini mencapai 90,3% secara tahunan, melampaui pertumbuhan total pendapatan perusahaan yang berada di angka 63%.
Ekspansi bisnis gaming Bukalapak kini tidak lagi terbatas di pasar domestik, melainkan telah merambah ke wilayah Asia Tenggara hingga pasar global di Eropa.
Terdapat tiga platform utama yang menjadi motor penggerak yakni Lapakgaming, Joytify, dan Itemku.
Lapakgaming difokuskan sebagai platform digital multi-payment untuk pasar Asia Tenggara dengan layanan pengisian voucer gim populer seperti Mobile Legend dan Valorant.
Platform ini telah mencatatkan 3,9 juta pengguna aktif dengan total 12,7 juta transaksi yang diproses setiap tahunnya.
Sementara itu, Joytify diproyeksikan sebagai kendaraan ekspansi perusahaan untuk menjangkau pasar di luar Asia Tenggara, termasuk Timur Tengah, Amerika Latin, hingga Amerika Utara.
Pengguna Joytify tercatat mencapai 8,2 juta dengan volume transaksi tahunan sebesar 38,7 juta.
Selain itu, Itemku hadir sebagai marketplace khusus untuk memfasilitasi jual beli aset digital dalam gim seperti akun, karakter, hingga mata uang virtual.
Platform tersebut saat ini memiliki 1,8 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai 21 juta setiap tahun.
Seluruh platform tersebut telah mengintegrasikan lebih dari 50 metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, dompet digital, hingga transfer bank.
CEO of Gaming Multi Realm Games, Prasetya Setiawan, menyatakan bahwa industri gim memiliki ketahanan yang kuat terhadap gejolak ekonomi maupun geopolitik global.
Ia mengungkapkan bahwa bisnis ini secara konsisten mampu mempertahankan pertumbuhan dua digit bahkan di tengah masa pandemi maupun konflik internasional.
Keberhasilan ini didukung oleh strategi rekrutmen yang spesifik di mana perusahaan mencari talenta yang benar-benar memahami industri gim secara mendalam.
“Kami membangun tim yang passionate dengan gaming,” ujar Victor Lesmana.
Ringkasan
PT Bukalapak Tbk (BUKA) resmi mengalihkan fokus bisnis utamanya ke sektor industri gim per 23 Juli 2026, setelah menutup layanan marketplace produk fisik yang tidak lagi menguntungkan sejak awal 2025. Langkah strategis ini diambil untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan dengan mengandalkan ekspansi global melalui unit bisnis Multi Realm Games.
Segmen bisnis gim kini menjadi pendorong utama pendapatan perusahaan dengan kontribusi hampir 90%, mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,09 triliun atau tumbuh 90,3% secara tahunan pada kuartal I 2026. Pertumbuhan ini ditopang oleh tiga platform utama yaitu Lapakgaming, Itemku, dan Joytify yang kini merambah pasar internasional hingga ke Eropa dan Amerika Utara.
Selain efisiensi operasional, keberhasilan transisi bisnis ini didukung oleh ketahanan industri gim yang stabil di tengah gejolak ekonomi global serta integrasi lebih dari 50 metode pembayaran untuk memfasilitasi jutaan pengguna aktif di seluruh dunia.





