Bisnistalk.com, – Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberikan lampu hijau dan dorongan dari Gubernur DKI Jakarta untuk persiapan pencatatan saham perdana publik atau initial public offering (IPO) Bank Jakarta.
Dikutip dari pernyataan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, Bank Jakarta dinilai sebagai calon emiten yang paling siap di antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta lainnya yang telah menyatakan niat untuk melantai di bursa.
“Persiapan (IPO Bank Jakarta) sudah,” ujar Saidu kepada wartawan di BEI, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Saidu menambahkan bahwa meskipun tim penilaian perusahaan bursa telah bertemu dengan Bank Jakarta, ia pribadi belum pernah melakukan pertemuan langsung dengan pihak bank tersebut.
Bank Jakarta telah mengutarakan niatnya untuk melantai di bursa pada tahun depan, namun waktu pastinya belum dapat dipastikan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa proses IPO Bank Jakarta tidak akan dilakukan terburu-buru.
Hal tersebut dilakukan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta agar hasil IPO yang diperoleh bisa optimal, “Sekarang persiapkan dengan baik, sehingga nanti IPO-nya itu juga bisa keluar pada waktu yang tepat,” kata Dian.
Dian Ediana Rae juga menyebutkan bahwa IPO Bank Jakarta merupakan komitmen Gubernur DKI Jakarta dan telah mendapat dukungan dari OJK.
Perihal kinerja keuangan Bank Jakarta pada Mei 2026, bank ini membukukan laba tahun berjalan setelah pajak sebesar Rp 368,24 miliar.
Angka laba tersebut menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,4% dibandingkan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 366,75 miliar.
Penurunan kenaikan laba Bank Jakarta sejalan dengan turunnya pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 7,2%, dari Rp 1,25 triliun menjadi Rp 1,16 triliun.
Pendapatan bunga tercatat turun 9,3% dari Rp 2,46 triliun menjadi Rp 2,23 triliun, sementara beban bunga juga mengalami penurunan dari Rp 1,21 triliun menjadi Rp 1,06 triliun.





