Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka untuk membahas percepatan program elektrifikasi nasional pada Selasa (28/7/2026).
Dilansir dari Katadata, pertemuan tersebut difokuskan pada laporan realisasi penyediaan akses listrik di wilayah-wilayah perdesaan yang selama ini belum terjangkau jaringan energi.
Pemerintah saat ini mendata sebanyak 11 ribu desa di seluruh Indonesia masih belum memiliki akses listrik yang memadai.
Dalam laporan tersebut, Bahlil menyampaikan bahwa sebanyak 1.400 desa kini telah rampung dibangun jaringan serta infrastruktur pendukung kelistrikannya.
“Dari 11 ribu desa yang belum ada listrik, sekarang sudah ada sekitar 1.400 yang sudah selesai dikerjakan untuk siap untuk diresmikan,” kata Bahlil.
Selain fokus pada elektrifikasi, agenda pertemuan itu juga mencakup evaluasi penataan sektor pertambangan nasional.
Bahlil turut melaporkan perkembangan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik yang dikembangkan oleh perusahaan global CATL.
“Sekarang sudah selesai, sudah bisa berproduksi,” ujar Bahlil.
Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan wujud nyata dari implementasi kebijakan hilirisasi nikel di dalam negeri.
Kementerian ESDM sendiri menargetkan program Listrik Desa dapat menyasar 5.758 desa hingga tahun 2029.
Target ambisius tersebut mencakup penyambungan listrik bagi sekitar 1,2 juta rumah tangga di seluruh pelosok negeri.
Program ini diprioritaskan untuk menjangkau masyarakat yang berdomisili di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Inisiatif ini dirancang selaras dengan kebijakan ketenagalistrikan yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik milik PT PLN.
Pemerintah meyakini bahwa pemerataan akses energi merupakan kunci utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan masyarakat desa.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya menyatakan bahwa akses listrik akan membuka peluang baru bagi produktivitas warga di desa terjauh.
“Akses listrik bukan sekadar terang, ini bisa membuka kesempatan belajar, produktivitas ekonomi, dan layanan kesehatan yang lebih baik,” kata Yuliot Tanjung.
Pemerintah terus berupaya memastikan bahwa seluruh infrastruktur yang telah terbangun dapat segera dioperasikan untuk melayani kebutuhan masyarakat luas.
Laporan yang disampaikan kepada Presiden menjadi dasar bagi langkah strategis pemerintah dalam menyelesaikan sisa target elektrifikasi di tahun-tahun mendatang.
Ringkasan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia melaporkan progres percepatan elektrifikasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (28/7/2026), sebagai upaya pemerintah memenuhi kebutuhan energi di wilayah perdesaan.
Dalam pertemuan tersebut, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah telah merampungkan pembangunan infrastruktur listrik di 1.400 desa dari total 11 ribu desa yang sebelumnya belum terjangkau jaringan energi nasional.
Selain membahas elektrifikasi, Bahlil turut melaporkan keberhasilan produksi ekosistem baterai kendaraan listrik oleh perusahaan global CATL sebagai bagian dari kebijakan hilirisasi nikel, serta memaparkan target ambisius pemerintah untuk mengaliri listrik ke 5.758 desa hingga tahun 2029 guna mendorong produktivitas ekonomi di wilayah 3T.





