Bisnistalk.com, – Jakarta – Platform media digital kumparan merambah TikTok dengan meluncurkan “AMPM”, sebuah program berita harian yang digagas untuk memberikan pengalaman interaktif dalam mengonsumsi informasi. Program ini diputar dua kali sehari, dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, dan kembali pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, menandai upaya kumparan untuk mendekatkan diri pada audiens di ranah digital.
Melalui format siaran langsung ini, pemirsa tidak hanya menjadi penerima informasi pasif. Mereka memiliki kesempatan untuk secara aktif memengaruhi jalannya program dengan menentukan isu-isu yang akan dibahas oleh host secara langsung. AMPM dirancang sebagai titik singgah informatif harian yang ringkas, relevan, dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
Peluncuran perdana AMPM turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid. Dalam sesi tersebut, Meutya Hafid berinteraksi langsung dengan audiens, menyampaikan berbagai isu terkini, serta terlibat dalam diskusi hangat dengan para pengguna yang menyaksikan siaran langsung kumparan di TikTok.
“Saya ingin menyampaikan selamat atas hadirnya kumparan AMPM, namanya menarik sekali,” ujar Meutya Hafid, mengapresiasi inovasi tersebut. Ia menambahkan, “Semoga ini menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mendapatkan update berita dengan cara yang cepat, mudah, dan menyenangkan.”
Pihak kumparan menekankan bahwa format siaran langsung yang interaktif ini menawarkan pengalaman yang berbeda jika dibandingkan dengan cara mendapatkan berita secara konvensional. Selain menerima informasi terkini, audiens dapat menyuarakan tanggapan mereka secara langsung. Mereka juga berkesempatan untuk turut menentukan topik-topik yang akan dibahas selama siaran berlangsung, menciptakan suasana yang lebih dinamis.
Peluncuran AMPM ini merupakan bagian integral dari strategi kumparan dalam terus berinovasi. Perusahaan media ini melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola konsumsi informasi di era digital. Perubahan kebiasaan audiens ini mendorong media untuk mengembangkan format pemberitaan yang lebih adaptif. Tujuannya adalah agar penyajian berita lebih selaras dengan kebiasaan audiens, namun tetap menjaga kualitas, kredibilitas, dan kedalaman informasi yang disajikan kepada publik.





