Serangan kelompok Houthi ke fasilitas Arab Saudi picu kekhawatiran gangguan pasokan energi.
Jakarta – Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Rabu (28/10) akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah setelah serangan rudal menghantam kilang minyak Arab Saudi.
Harga minyak mentah Brent tercatat naik US$1,48 atau 1,3 persen menjadi US$115,36 per barel pada pukul 01.40 GMT.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turut menguat US$1,22 atau 1,22 persen menjadi US$101,12 per barel.
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal ke kilang minyak terbesar Arab Saudi pada Selasa (27/10).
Otoritas Arab Saudi hingga saat ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai serangan terhadap fasilitas berkapasitas 550 ribu barel per hari tersebut.
Kenaikan harga ini terjadi setelah kedua acuan minyak sempat turun hampir US$2 per barel pada Selasa (27/10) akibat harapan perundingan damai di Timur Tengah.
Pasar kini juga mencermati laporan persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang diprediksi naik sekitar 15 ribu barel pada pekan yang berakhir 23 Oktober.
Negara-negara anggota OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan target produksi untuk bulan Desember dalam pertemuan yang dijadwalkan pada 1 November mendatang.
Tiga sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyatakan, “Langkah tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar.”
Produksi dari tujuh anggota inti OPEC+ saat ini masih berada di bawah target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ekspor minyak mentah Rusia dari pelabuhan di Laut Baltik dan Laut Hitam berpotensi mengalami penurunan pada November.
Para pedagang menyebutkan, “Penurunan itu dapat terjadi karena kilang domestik meningkatkan produksi diesel setelah kesepakatan dengan Washington pada bulan ini.”