Meski menguat, analis ingatkan investor tetap waspada terhadap sentimen klasifikasi MSCI.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pemulihan atau rebound pada perdagangan Rabu (21/10/2026).
IHSG menguat 18,54 poin atau 0,35 persen ke posisi 5.297,43 pada pukul 14.45 WIB.
Kenaikan ini terjadi setelah pada sesi pertama perdagangan indeks sempat melemah 44,53 poin atau 0,84 persen ke level 5.234,36.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa penguatan ini dipicu oleh apresiasi pelaku pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.
Nafan menilai langkah BI konsisten dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal guna mendukung sasaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Aksi bargain hunting terhadap saham-saham yang mengalami koreksi tajam, serta respons positif terhadap langkah pembenahan pasar modal yang dilakukan oleh OJK dan BEI,” ujar Nafan di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Secara sektoral, pemulihan indeks ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, energi, pertambangan, barang baku, serta konsumer.
Saham perbankan menjadi motor utama pemulihan karena memiliki bobot signifikan dan likuiditas tinggi dalam indeks.
Sektor energi dan pertambangan mendapatkan sentimen positif dari dinamika harga komoditas global.
Sektor konsumer menarik minat investor yang mencari emiten dengan permintaan relatif stabil.
Nafan mengingatkan bahwa investor global masih bersikap hati-hati terhadap pasar saham Indonesia.
Kehati-hatian tersebut dipicu oleh isu transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi free float, serta risiko perubahan klasifikasi Indonesia oleh MSCI.
“Meski demikian, pemulihan IHSG masih perlu dicermati secara hati-hati karena sentimen terkait evaluasi klasifikasi Indonesia oleh MSCI belum sepenuhnya mereda,” tegas Nafan.
Ia menambahkan bahwa rebound saat ini lebih tepat dipandang sebagai fase pemulihan awal yang membutuhkan konfirmasi arus beli dan stabilitas rupiah.
Investor domestik berpotensi memanfaatkan koreksi tajam untuk mengakumulasi saham berfundamental kuat dengan valuasi menarik.
Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi melanjutkan pemulihan teknikal meski volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi.
Nafan menyarankan strategi investasi berupa akumulasi bertahap pada saham berfundamental solid dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin.