Bisnistalk.com, – Cikarang, Jawa Barat – PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan kesiapannya untuk berperan serta dalam implementasi program gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) sebagai pengganti elpiji (LPG) 3 kilogram (kg) bersubsidi. Perusahaan siap menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan apabila pemerintah secara resmi meluncurkan program ini.
Sekretaris Perusahaan Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan peran sesuai arahan pemerintah.
“Prinsipnya nanti jika kami diminta untuk ikut serta dalam program, kami siap mendukung,” ujar Sulthani saat ditemui di Stasiun Kompresor Gas Tegalgede, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (8/7).
Pertagas melihat potensi dalam penyaluran CNG melalui stasiun kompresi atau pengaliran langsung ke titik-titik tertentu sebagai salah satu kontribusi utamanya.
Namun demikian, Pertagas masih menunggu detail teknis dan skema bisnis yang akan ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).
“Bicara soal teknisnya, masih melihat ketetapannya dari Ditjen Migas seperti apa, termasuk juga skema bisnis dari pemerintah,” jelas Sulthani.
Program tabung CNG “Merah Putih” ini diinisiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai langkah strategis untuk menghadirkan alternatif pengganti LPG 3 kg yang selama ini ditanggung oleh subsidi negara.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengkonfirmasi bahwa pemerintah akan segera menguji coba prototipe tabung CNG 3 kg pada bulan Juli.
“Pada bulan Juli ini ada prototipe untuk diuji, jumlahnya mungkin sekitar 15 unit,” ungkap Laode saat ditemui di Kompleks DPR RI pada 29 Juni.
Prototipe tabung CNG yang akan diuji ini masih merupakan produk impor dari China.
Uji coba akan dilaksanakan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk memastikan keamanannya, mencakup uji tekanan dan uji fungsi katup (valve).
Jika seluruh tahapan pengujian dan evaluasi berhasil dilalui, implementasi tabung CNG Merah Putih akan dilakukan secara bertahap, diawali di kota-kota besar di Pulau Jawa.
Pemerintah mengklaim bahwa harga jual tabung CNG akan disesuaikan agar sama dengan harga LPG bersubsidi 3 kg, sehingga tidak memberatkan masyarakat.
Simulasi pemerintah menunjukkan potensi penurunan beban subsidi gas hingga sekitar 30% melalui penggunaan CNG.
“Harganya sama, sekarang simulasinya disamakan, subsidi untuk tabung gas bisa turun sampai 30%,” terang Laode.
Pendanaan untuk program ini dipastikan tidak akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meskipun sumber pendanaan spesifik belum diungkapkan.
Meskipun prototipe awal masih diimpor, pemerintah membuka lebar peluang untuk produksi tabung CNG di dalam negeri seiring dengan meningkatnya kebutuhan.
Besarnya permintaan diyakini akan menarik minat investor untuk mengembangkan industri manufaktur tabung CNG di Indonesia.
“Iya, peluangnya besar,” ujar Laode ketika ditanya mengenai prospek investasi di sektor ini.
Pertagas, sebagai anak usaha Subholding Gas Pertamina, memiliki peran penting dalam pengelolaan infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi di Indonesia.
Kesiapan infrastruktur yang dimiliki Pertagas menjadi salah satu faktor krusial untuk mendukung implementasi program CNG Merah Putih yang direncanakan secara bertahap.





