Panduan Susunan Acara Upacara Penutupan MPLS Terbaru

Siswa baru mengikuti upacara penutupan MPLS di sekolah dengan khidmat
Siswa baru mengikuti upacara penutupan MPLS sebagai simbol berakhirnya masa adaptasi di sekolah.

Jakarta – Panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di berbagai satuan pendidikan kini tengah mempersiapkan rangkaian upacara penutupan sebagai simbol berakhirnya masa adaptasi siswa baru pada Senin (20/7/2026).

Dilansir dari Katadata, kegiatan ini berfungsi sebagai wadah untuk memberikan motivasi kepada peserta didik agar lebih siap dalam mengikuti proses pembelajaran di jenjang yang baru.

Baca Juga

Upacara penutupan biasanya dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah selaku pembina upacara dengan melibatkan seluruh guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan siswa.

Momen ini sering digunakan pihak sekolah untuk menyampaikan pesan krusial mengenai budaya, kedisiplinan, dan semangat belajar di lingkungan sekolah yang baru.

Berikut adalah urutan agenda yang dapat dijadikan referensi untuk format upacara formal:

  • Peserta didik baru melakukan persiapan di lapangan upacara.
  • Pemimpin upacara memasuki lapangan diikuti oleh pembina upacara.
  • Seluruh peserta memberikan penghormatan kepada pembina upacara.
  • Pemimpin upacara menyampaikan laporan terkait kesiapan peserta.
  • Seluruh warga sekolah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
  • Petugas membacakan doa untuk kelancaran kegiatan.
  • Kepala Sekolah menyampaikan sambutan sekaligus pernyataan resmi penutupan MPLS.
  • Panitia melakukan penyematan simbolis atribut sekolah kepada perwakilan siswa.
  • Sekolah memberikan penghargaan kepada peserta atau kelompok terbaik.
  • Peserta menyanyikan lagu nasional atau lagu wajib sekolah bersama-sama.
  • Pemimpin upacara menyampaikan laporan akhir dan melakukan penghormatan.
  • Pembina upacara meninggalkan lapangan agar peserta dapat dibubarkan dengan tertib.

Selain format formal, sekolah juga dapat memilih susunan acara yang lebih interaktif untuk mempererat keakraban antarwarga sekolah.

Berikut adalah alternatif susunan acara yang lebih fleksibel:

  • Persiapan seluruh peserta didik baru di lokasi kegiatan.
  • Pembukaan resmi oleh pembawa acara atau MC.
  • Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
  • Pembacaan doa oleh petugas yang telah ditunjuk.
  • Laporan Ketua Panitia MPLS mengenai evaluasi pelaksanaan kegiatan.
  • Sambutan Kepala Sekolah dan pernyataan resmi penutupan acara.
  • Pertunjukan singkat dari siswa baru berupa pembacaan ikrar atau penampilan seni.
  • Pemberian piagam penghargaan kepada peserta aktif atau kelompok terbaik.
  • Penyampaian pesan motivasi dari perwakilan guru kepada siswa.
  • Menyanyikan lagu Bagimu Negeri atau Mars sekolah sebagai penutup.
  • Sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan tenaga pendidik.
  • Penutupan rangkaian acara secara keseluruhan.

Pihak sekolah memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan urutan tersebut agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.

Penyusunan acara yang matang sangat penting agar seluruh rangkaian kegiatan penutupan berjalan dengan khidmat dan berkesan bagi para siswa baru.

Keberhasilan pelaksanaan MPLS sering kali ditentukan oleh bagaimana pihak sekolah mengemas acara penutupan agar tetap tertib dan bermakna bagi seluruh pihak yang terlibat.

Ringkasan

Satuan pendidikan di seluruh Indonesia bersiap melaksanakan upacara penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (20/7/2026) sebagai simbol berakhirnya masa adaptasi siswa baru. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik agar lebih siap memulai proses pembelajaran di jenjang pendidikan yang baru.

Pihak sekolah dapat memilih format upacara formal yang dipimpin oleh Kepala Sekolah atau format interaktif yang melibatkan pertunjukan seni dan sesi dokumentasi. Kedua format tersebut bertujuan untuk menyampaikan pesan mengenai budaya sekolah, kedisiplinan, serta semangat belajar kepada para siswa.

Keberhasilan rangkaian penutupan MPLS sangat bergantung pada kematangan persiapan panitia dalam menyusun agenda agar kegiatan berlangsung khidmat dan berkesan. Sekolah diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan susunan acara berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.