Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual pada perdagangan Senin (10/8/2026), yang mengakibatkan indeks terkoreksi sebesar 0,69% atau 44,28 poin ke level 6.365.
Dilansir dari Katadata, pelemahan indeks domestik terjadi di tengah aktivitas transaksi jumbo yang melibatkan sejumlah emiten besar di bursa nasional.
Salah satu sorotan utama hari ini adalah terjadinya transaksi crossing saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang mencapai nilai fantastis sebesar Rp 1,29 triliun dengan rata-rata harga di level Rp 974 per lembar saham.
Selain DSSA, aksi serupa juga terpantau pada saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan nilai transaksi Rp 400,9 miliar serta saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang mencatatkan nilai sebesar Rp 110,7 miliar.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, total volume transaksi sepanjang hari ini mencapai 46,74 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,61 juta kali.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar di bursa tercatat berada di level Rp 11.155 triliun dengan total nilai transaksi harian yang mencapai Rp 18,1 triliun.
Sentimen pasar terlihat cukup variatif, di mana sebanyak 287 saham berhasil ditutup menguat, sementara 329 saham lainnya terkoreksi dan 180 saham sisanya tidak menunjukkan perubahan harga.
Mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia, tepatnya sepuluh dari sebelas sektor yang ada, harus berakhir di zona merah akibat tekanan jual yang meluas.
Namun, sektor transportasi menunjukkan pengecualian dengan mencatatkan lonjakan sektoral sebesar 6,21% yang ditopang oleh performa positif emiten penerbangan.
Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melesat hingga 33,33% ke level 72, menyentuh batas auto reject atas, diikuti oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) yang melonjak 31,48% ke level 71.
Di sisi lain, sektor infrastruktur justru mengalami tekanan cukup dalam dengan koreksi sebesar 1,25% secara sektoral.
Beberapa saham berkapitalisasi besar di sektor infrastruktur seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melemah 3,32% ke harga Rp 2.620.
Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun sebesar 3,99% ke level 3.370 dan PT Indosat Tbk (ISAT) anjlok 3,23% ke level Rp 2.100.
Berbanding terbalik dengan kondisi di bursa domestik, indeks di kawasan Asia justru kompak ditutup di zona hijau pada akhir sesi perdagangan.
Indeks Nikkei Jepang naik 2,22% ke level 67.064, Shanghai Composite menguat 0,67% ke level 3.966, dan Hang Seng naik 1,06% ke level 25.939.
Beberapa saham yang masuk dalam jajaran top gainers hari ini adalah sebagai berikut:
- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengalami kenaikan sebesar 33,33% ke level 72.
- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatatkan kenaikan 31,48% ke level 71.
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menguat 11,47% ke level 515.
Sementara itu, daftar saham yang menempati posisi top losers adalah sebagai berikut:
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melemah 15% ke level 2.040.
- PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) turun 9,52% ke level 38.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkoreksi 4,93% ke level 2.120.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,69% ke level 6.365 pada perdagangan Senin (10/8/2026) akibat tekanan jual yang meluas di bursa domestik.
Pelemahan indeks terjadi di tengah maraknya aktivitas transaksi crossing saham jumbo, termasuk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 1,29 triliun, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 400,9 miliar, dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) senilai Rp 110,7 miliar.
Koreksi pasar tercermin dari 329 saham yang melemah dan penurunan di sepuluh dari sebelas sektor bursa, meskipun sektor transportasi mencatatkan lonjakan 6,21% berkat kenaikan signifikan pada saham emiten penerbangan seperti GIAA dan GMFI.
